Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali meraih prestasi gemilang dengan hadirnya Dr. Muhammad Ruswandi Djalal SST MT, seorang doktor muda dari Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC). Dalam waktu singkat, yakni hanya 2,5 tahun, Ruswandi berhasil meraih gelar doktor, sambil mencatatkan lebih dari 29 publikasi ilmiah, sebagian besar di jurnal internasional bereputasi.
Salah satu kontribusinya yang paling menonjol adalah penelitian terkait Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap dan Jeneponto, Sulawesi Selatan, yang menghadapi masalah besar berupa ketidakstabilan dalam pasokan listrik. PLTB ini menghasilkan output listrik yang fluktuatif, yang berisiko menggangu kestabilan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
Dalam upayanya mengatasi masalah tersebut, Ruswandi mengembangkan sebuah teknik pengontrolan canggih yang menggunakan metode Multi Band Power System Stabilizer (MBPSS), yang bertujuan menstabilkan pasokan listrik meski terjadi fluktuasi yang cukup signifikan pada output energi terbarukan.
Lebih jauh, Ruswandi juga memanfaatkan algoritma kecerdasan buatan Mayfly Algorithm (MA), yang terinspirasi dari perilaku kawanan lalat capung dewasa, untuk mendukung stabilitas sistem kelistrikan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah Sulawesi Selatan.

Selain itu, prestasi Ruswandi juga terlihat pada pencapaian H-indeks 20 yang tercatat di Google Scholar, yang menjadi bukti dari produktivitas dan dampak signifikan penelitian yang ia hasilkan. Ini menunjukkan betapa besar kontribusinya dalam dunia penelitian ilmiah, dengan dampak yang meluas ke berbagai kalangan.
Proses meraih gelar doktor bukanlah tanpa tantangan, namun dengan dukungan penuh dari grup riset Power System Operation and Control (PSOC) di bawah Power System Simulation Laboratory (PSSL) ITS, Ruswandi berhasil melewati segala hambatan. Ia juga mengakui bahwa atmosfer akademik di ITS sangat mendukung proses penelitian yang produktif dan inovatif.
“Atmosfer akademik di ITS sangat mendukung produktivitas riset, yang memungkinkan saya untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan teknologi energi terbarukan,” ujar Ruswandi, yang berharap prestasinya dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berusaha dan tidak cepat menyerah dalam mencapai tujuan.
Dengan berbagai pencapaian yang diraihnya, Dr. Muhammad Ruswandi Djalal membuktikan bahwa kerja keras dan dedikasi dalam penelitian dapat menghasilkan terobosan baru yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan yang lebih stabil di Indonesia.
Sumber: www.gelanggangnews.com













