GelanggangNews (Utama) – Jakarta – Harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melonjak tajam pada perdagangan Selasa pagi (18/8/2026), dipicu rumor pengusaha Kalimantan Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam akan mengakuisisi 62 persen saham perusahaan tambang batu bara raksasa tersebut.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.50 WIB, saham BYAN berada pada level Rp 16.975 per saham atau menguat 17,88 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 14.400. Saham BYAN bahkan sempat menyentuh angka tertinggi Rp 17.275, mencapai batas atas kenaikan harga saham atau auto rejection atas (ARA).
Rumor akuisisi mencuat setelah media daring melaporkan bahwa Haji Isam bersama pemegang saham pengendali Bayan Resources Dato’ Low Tuck Kwong, serta pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) Norman Joesoef terlihat melakukan peninjauan area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada Sabtu (15/8/2026). Transaksi ini berpotensi menjadi akuisisi terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia.
Di tengah rumor tersebut, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), perusahaan yang terafiliasi dengan Haji Isam, mengumumkan rencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin 21 September 2026. Namun perseroan belum menjelaskan agenda yang akan dibahas dalam rapat tersebut.
Hingga kini, baik manajemen Jhonlin Group maupun Bayan Resources belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rencana akuisisi. Kapitalisasi pasar BYAN kini mencapai Rp 496,55 triliun, dengan saham yang telah diperdagangkan sebanyak 32.050 lot senilai Rp 53,90 miliar pada perdagangan pagi ini.













