GelanggangNews (Utama) – Nagekeo – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi, memicu peringatan tsunami dan kepanikan massal di sejumlah wilayah.
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Ribuan warga di Mbay, Nagekeo, dan wilayah sekitarnya langsung berhamburan keluar rumah dan berlarian ke dataran yang lebih tinggi. Mira (45), warga Mbay, mengatakan guncangan gempa sangat dahsyat dan membuat warga panik. Sepanjang perjalanan mengungsi, ia melihat lima hingga enam rumah rusak parah akibat gempa. Ratusan warga Sikka juga berkumpul di kawasan Goa Maria untuk menghindari kemungkinan tsunami.
Beberapa wilayah NTT masuk dalam status siaga, termasuk Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, dan Sikka bagian utara. Gempa ini menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah daerah, termasuk rumah warga, hotel, dan gedung kampus Universitas Katolik Indonesia di Ruteng. Warga juga melaporkan terjadinya hingga 20 kali gempa susulan setelah gempa utama.
Getaran gempa terasa hingga ke wilayah Nusa Tenggara Barat, termasuk Kota Mataram dan Lombok, serta Bima dan Sumbawa. Warga di berbagai wilayah berhamburan ke luar rumah saat merasakan guncangan kuat. BMKG mengimbau masyarakat di pesisir untuk segera menjauhi pantai dan menuju ke tempat yang lebih tinggi, serta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.













