Laba Vale Indonesia Melesat 313 Persen Jadi Rp 1,87 Triliun di Semester I 2026, Saham INCO Jadi Top Gainers

GelanggangNews (Utama) – Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan lonjakan kinerja keuangan spektakuler pada semester I 2026 dengan laba bersih mencapai Rp 1,87 triliun, melonjak 313,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, emiten tambang nikel ini mencatat laba bersih sebesar 104,38 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,87 triliun dengan kurs Rp 17.922 per dollar AS. Angka tersebut melonjak tajam 313,4 persen dibandingkan semester I 2025 yang hanya sebesar 25,25 juta dollar AS. Pertumbuhan laba bersih tiga digit ini ditopang oleh peningkatan produksi nikel, kenaikan harga jual nikel matte, serta efisiensi operasional perusahaan.

Pendapatan INCO tercatat sebesar 543,07 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,73 triliun, naik 27,26 persen dari 426,7 juta dollar AS pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan pendapatan mendorong laba bruto melonjak lebih dari lima kali lipat menjadi 152,29 juta dollar AS dari sebelumnya 30,16 juta dollar AS. Laba usaha juga meningkat drastis menjadi 134,14 juta dollar AS dibandingkan hanya 6,22 juta dollar AS pada semester I 2025.

Produksi nikel matte meningkat 19 persen secara kuartalan menjadi 16.153 ton pada kuartal II 2026, sehingga total produksi semester pertama mencapai 29.773 ton. Perseroan memperoleh manfaat dari kenaikan harga realisasi rata-rata nikel matte menjadi 14.765 dollar AS per ton, meningkat 4 persen secara kuartalan. Volume penjualan tetap stabil di 13.932 ton dengan total volume perdagangan BEI sesi I mencapai 14,19 miliar saham senilai Rp 6,51 triliun.

Di Bursa Efek Indonesia, saham INCO menjadi sorotan setelah melejit sebagai top gainers LQ45 pada perdagangan Kamis 30 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 56,57 poin atau 0,93 persen ke level 6.147,96 pada sesi I perdagangan. Kinerja positif Vale Indonesia turut mengangkat sembilan indeks sektoral dengan sektor barang konsumen non siklikal memimpin kenaikan 1,59 persen, diikuti sektor properti naik 1,54 persen dan sektor barang konsumen siklikal yang naik 1,34 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *