Rupiah Tembus Rp 18.093 per Dolar AS, Pasar Tunggu Gubernur BI Baru Pascamundurnya Perry Warjiyo

GelanggangNews (Utama) – Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah hingga menembus level Rp 18.093 per dolar Amerika Serikat pada Selasa pagi, 28 Juli 2026, sehari setelah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Rupiah dibuka melemah 61 poin atau 0,34 persen menjadi Rp 18.070 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda berada di level Rp 18.009 per dolar AS. Memasuki siang hari, rupiah terus merosot hingga menyentuh level Rp 18.093 per dolar AS pada pukul 11.25 WIB.

Pergerakan rupiah dibayangi sikap hati-hati pelaku pasar dalam mencermati arah kebijakan Bank Indonesia di tengah transisi kepemimpinan bank sentral. Investor masih menunggu arah kebijakan BI setelah perubahan kepemimpinan. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menjelaskan, faktor domestik menjadi salah satu sentimen yang memengaruhi pergerakan rupiah, dengan pelaku pasar bersikap hati-hati terhadap arah kebijakan BI di bawah gubernur yang baru.

Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo yang diajukan pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti secara otomatis ditetapkan sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI hingga gubernur definitif ditetapkan. Penetapan tersebut dilaksanakan dalam rapat dewan gubernur BI pada 26 Juli 2026.

Destry Damayanti menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan tidak akan memengaruhi pelaksanaan tugas dan kewenangan BI. Bank Indonesia tetap menjalankan mandatnya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. BI akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing melalui pasar spot, NDF, dan DNDF sebagaimana dilakukan sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *