Pada perdagangan hari Selasa (14/1), sejumlah komoditas mengalami pergerakan harga yang bervariasi. Minyak mentah mengalami penurunan harga, sementara batu bara justru mencatatkan kenaikan.
Minyak Mentah Alami Penurunan Harga
Pada Selasa, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan. Minyak Brent tercatat turun 1,35 persen, mencapai USD 79,92 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 1,67 persen menjadi USD 77,50 per barel. Penurunan harga ini dipicu oleh proyeksi yang menunjukkan stabilitas permintaan minyak di AS pada 2025, disertai dengan peningkatan produksi domestik. Meski demikian, penurunan tersebut sedikit terimbangi oleh dampak sanksi baru yang dijatuhkan oleh AS terhadap ekspor minyak Rusia ke negara-negara seperti India dan China.
Batu Bara Menguat di Pasar Global
Berbeda dengan minyak mentah, harga batu bara mengalami penguatan pada penutupan perdagangan. Di bursa ICE Newcastle, harga batu bara kontrak Januari 2025 tercatat naik sebesar 0,79 persen, mencapai USD 115,40 per ton. Kenaikan harga batu bara ini didorong oleh permintaan yang terus stabil di pasar global, meskipun sektor energi mengalami volatilitas.

Harga CPO Turun Setelah Kenaikan Dua Hari Berturut-turut
Harga minyak kelapa sawit (CPO) pada perdagangan Selasa (14/1) mengalami penurunan. CPO diperdagangkan di harga MYR 4.443 per ton, turun 1,35 persen. Penurunan ini terjadi setelah harga CPO sempat naik dalam dua sesi sebelumnya, namun pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang rilis data impor dari India yang dijadwalkan akhir pekan ini. India, sebagai pembeli terbesar, sering menjadi penentu dalam fluktuasi harga minyak sawit global.
Nikel dan Timah Catatkan Kenaikan Tipis
Pada saat yang sama, harga nikel mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,35 persen, dengan harga mencapai USD 15.956 per ton di London Metal Exchange (LME). Begitu juga dengan harga timah yang sedikit naik 0,32 persen, berakhir pada angka USD 29.771 per ton meski sempat terkoreksi.
Sumber: www.gelanggangnews.com













