Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat reli mengesankan dalam beberapa pekan terakhir, investor asing ternyata diam-diam melakukan aksi borong saham besar-besaran. Tanpa banyak sorotan, dana asing terus masuk ke pasar modal domestik dan mengincar sejumlah emiten unggulan yang dinilai punya prospek cerah di tengah kondisi ekonomi yang mulai pulih.
Dalam pantauan data perdagangan, tercatat ada 10 saham utama yang menjadi sasaran akumulasi asing, mulai dari sektor perbankan, teknologi, energi, hingga konsumer. Aksi ini berlangsung konsisten seiring dengan penguatan IHSG yang sempat menembus level psikologis baru.
Berikut ini 10 saham yang terciduk paling banyak dikoleksi asing:
- BBCA (Bank Central Asia) – Saham bank swasta terbesar ini selalu menjadi incaran asing karena kinerja keuangannya yang stabil.
- BMRI (Bank Mandiri) – Jadi favorit berkat pertumbuhan kredit dan ekspansi digitalnya.
- TLKM (Telkom Indonesia) – Emiten BUMN ini menarik karena ekspansi infrastruktur digital dan konektivitas 5G.
- ASII (Astra International) – Dilirik karena eksposur kuat ke sektor otomotif dan komoditas.
- ADRO (Adaro Energy) – Naiknya harga batu bara global membuat saham ini jadi target utama.
- MDKA (Merdeka Copper Gold) – Diminati karena tren naik komoditas logam seperti emas dan tembaga.
- UNVR (Unilever Indonesia) – Tetap stabil sebagai saham defensif di sektor konsumsi.
- BRPT (Barito Pacific) – Saham berbasis energi dan petrokimia yang sedang naik daun.
- PTBA (Bukit Asam) – Saham batu bara pelat merah yang terus mencetak keuntungan besar.
- BBNI (Bank Negara Indonesia) – Aksi transformasi digital dan kinerja positif menarik minat investor global.
Aksi beli asing ini mengindikasikan kepercayaan investor luar negeri terhadap prospek ekonomi Indonesia, terutama menjelang semester kedua 2025. Di sisi lain, pelaku pasar ritel lokal disarankan untuk cermat memanfaatkan momentum dan tetap waspada terhadap volatilitas global.
Jika tren ini berlanjut, arus modal asing bisa menjadi penggerak utama IHSG ke level yang lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.
Selengkapnya di: Gelanggang News

