Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis di Bangkalan: Guru dan Siswa Dilarikan ke Puskesmas

ByAdmin Gelanggang

Apr 22, 2026

GelanggangNews – BANGKALAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, diwarnai insiden kurang menyenangkan. Seorang guru dan dua siswa di SMPN 1 Blega diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu yang didistribusikan pada Senin (20/4/2026). Akibatnya, korban harus menjalani perawatan intensif di puskesmas setempat.

Kronologi Kejadian: Sayur Berlendir dan Nugget Tak Layak

Peristiwa ini bermula ketika pihak sekolah menerima paket makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blega, yang dikelola oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya, sekitar pukul 10.00 WIB. Sesuai prosedur, guru yang bertugas melakukan pengecekan kualitas mencicipi menu tersebut sebelum dibagikan secara luas.

Berdasarkan laporan, kondisi fisik makanan tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan:

  • Sayuran: Menu tumis jagung dan buncis terlihat berubah warna, tidak segar, serta mulai berlendir.

  • Lauk Pauk: Nugget yang disediakan diduga sudah dalam kondisi basi.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengonfirmasi bahwa guru yang mencicipi makanan tersebut langsung merasakan reaksi fisik berupa keringat dingin hingga muntah-muntah.

Dampak pada Siswa dan Penanganan Medis

Meskipun pihak sekolah segera mengeluarkan imbauan agar makanan tidak dikonsumsi, diketahui ada dua siswa yang telanjur menyantap menu tersebut. Keduanya dilaporkan mengalami mual-mual.

“Guru dan salah satu siswa sempat dirujuk ke puskesmas karena kondisinya memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Untuk sang guru sudah diperbolehkan pulang, sementara satu siswa masih dalam masa observasi dokter,” ujar Bambang pada Selasa (21/4/2026).

Langkah Investigasi dan Tindak Lanjut

Menanggapi insiden ini, tim kesehatan dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan Bangkalan langsung bergerak melakukan penyelidikan epidemiologi. Sampel makanan telah diambil untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kontaminasi tersebut.

Di sisi lain, perwakilan dari Yayasan Manunggal Kartika Jaya, Moh Amir, menjelaskan bahwa distribusi hari itu sebenarnya menjangkau 2.892 penerima manfaat. Namun, laporan kendala kualitas makanan hanya muncul dari SMPN 1 Blega.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pihak mitra mengambil langkah tegas:

  1. Penarikan Produk: Seluruh sisa makanan di SMPN 1 Blega langsung ditarik dari peredaran.

  2. Penghentian Operasional: Dapur produksi dihentikan sementara hingga hasil uji laboratorium keluar.

  3. Evaluasi SOP: Pihak yayasan berjanji akan memperketat pengawasan pengolahan makanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih menunggu hasil laboratorium untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian dalam proses pengolahan atau faktor lain yang menyebabkan makanan tersebut tidak layak konsumsi.