GelanggangNews (Utama) – Bandung – Taufik Hidayat (30), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap kekasihnya YTR (29) selama tiga tahun di Bandung, akhirnya menyerahkan diri ke polisi setelah kasusnya viral se-Indonesia.
Setelah menjadi buronan dan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), Taufik Hidayat yang panik karena viralnya kasus penyekapan brutal terhadap kekasihnya akhirnya memutuskan menyerahkan diri. Pria yang akrab disapa Opik ini menghubungi mantan atasannya, Dadang Ahyar Ismail (53), untuk meminta perlindungan karena namanya tersebar luas di media sosial dan menjadi sorotan publik.
Dadang justru menasihati Taufik untuk menghadapi proses hukum daripada terus melarikan diri. Mantan atasan tersebut memberi tiga pilihan kepada Taufik: terus kabur hingga kelelahan, ditangkap dan dihakimi massa hingga mati, atau menyerahkan diri ke polisi. Setelah merenung lama, Taufik akhirnya memilih menyerahkan diri dengan syarat Dadang mendampinginya. Pada Selasa malam 23 Juni 2026 sekitar pukul 18.30 WIB, Taufik diamankan di Perumahan Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
Kasus ini bermula ketika YTR, perempuan asal Rancaekek yang menjadi pacar Taufik, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di IGD Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Korban mengalami luka berat di wajah, kehilangan penglihatan, kerusakan bibir, dan berbagai luka akibat penyiksaan dengan benda tajam dan tumpul. Yang lebih memilukan, Taufik diduga memaksa YTR membuat tato nama dan gambar wajahnya di tangan serta dada sebagai bukti kesetiaan. Polda Jawa Barat kini menahan tersangka di sel khusus dengan pengawasan CCTV 24 jam.
Muncul perbedaan keterangan antara polisi dan mantan atasan Taufik soal penangkapan ini. Polda Jawa Barat menegaskan bahwa Taufik ditangkap oleh Tim Resmob, sementara Dadang menyebut tersangka menyerahkan diri secara sukarela. Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan mengungkap Taufik sempat melarikan diri ke Tangerang sebelum kembali ke Jawa Barat karena merasa tidak aman. Dalam konferensi pers di Mapolda Jabar pada Jumat 26 Juni 2026, Taufik tampak tertunduk mengenakan baju tahanan oranye dan hanya meminta maaf atas perbuatannya.










