Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Ditangkap, Ternyata Orang Tua Murid yang Tersinggung Ucapan Guru

GelanggangNews (Utama) – Jakarta Selatan – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan diwarnai kepanikan setelah sekolah menerima ancaman bom melalui WhatsApp pada Senin pagi, 13 Juli 2026.

Peneror bom yang menggegerkan warga Jakarta Selatan pada hari pertama masuk sekolah akhirnya berhasil ditangkap polisi dalam waktu kurang dari 24 jam. Pelaku berinisial MY (34) merupakan wali murid di sekolah tersebut yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Polda Metro Jaya menetapkan MY sebagai tersangka dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara berdasarkan Pasal 601 KUHP terkait ancaman teror.

Pesan ancaman yang dikirim melalui WhatsApp pada pukul 07.30 WIB saat upacara berlangsung menyatakan bahwa sekolah akan meledak dalam hitungan menit dengan 11 titik peledakan. Guru kelas satu dan staf Tata Usaha yang menerima pesan tersebut langsung melaporkan kepada kepolisian. Tim Gegana, Densus 88 Antiteror, dan BNPT segera melakukan penyisiran selama empat jam dan memastikan tidak ada benda mencurigakan di lokasi. Seluruh siswa dan guru dievakuasi keluar sekolah dan kegiatan MPLS hari pertama terpaksa dibubarkan.

Dari hasil pemeriksaan polisi, motif pelaku terungkap bukan sekadar iseng seperti pengakuan awalnya. MY dilaporkan tersinggung dengan ucapan salah satu guru terkait biaya seragam sekolah anaknya yang menyinggung kondisi ekonominya. Ketua RT setempat Anton Sianipar mengungkapkan bahwa MY tidak memiliki pekerjaan tetap, hanya membantu orangtuanya menjajakan jasa servis dan cuci AC, serta terjerat pinjaman online. Tekanan ekonomi dan kondisi mental diduga memengaruhi tindakannya.

Dari pengembangan kasus, terungkap bahwa MY pernah melakukan teror serupa kepada tetangga dan Ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya beberapa tahun lalu. Kasus sebelumnya tidak dilaporkan ke polisi karena diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak sekolah kini menggandeng tim psikologi untuk memberikan pendampingan kepada siswa agar tidak mengalami trauma berkepanjangan, sementara kegiatan MPLS dilanjutkan pada Selasa dengan situasi yang kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *