Pakar IPB Ungkap Jenis Gula dan Tips Konsumsinya agar Terhindar dari Diabetes dan Obesitas

GELANGGANG NEWS — Konsumsi gula yang berlebihan masih menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus diabetes dan obesitas di Indonesia. Menanggapi hal ini, seorang pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS, mengungkapkan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai jenis gula dan cara konsumsinya agar tetap aman bagi kesehatan.

Dalam seminar kesehatan bertajuk “Gaya Hidup Sehat di Era Modern” yang digelar pekan ini, pakar IPB ungkap jenis gula dan tips konsumsinya agar terhindar dari diabetes dan obesitas. Menurut Prof. Ali, tidak semua jenis gula berdampak sama terhadap tubuh. “Ada gula alami dan gula tambahan. Gula alami seperti yang terdapat dalam buah-buahan masih tergolong aman bila dikonsumsi dalam jumlah wajar, sedangkan gula tambahan pada makanan olahan harus dibatasi,” jelasnya.

Pakar IPB ungkap jenis gula dan tips konsumsinya agar terhindar dari diabetes dan obesitas dengan menekankan pentingnya membaca label gizi pada kemasan produk makanan. Ia menyarankan agar masyarakat mulai memperhatikan total kandungan gula per porsi dan tidak mudah tergiur oleh istilah seperti ‘rendah kalori’ atau ‘tanpa gula tambahan’, yang sering kali menyesatkan.

Beberapa jenis gula yang perlu diwaspadai menurut Prof. Ali meliputi sukrosa, fruktosa, glukosa, dan sirup jagung fruktosa tinggi (high fructose corn syrup). Penggunaan jenis gula ini dalam jumlah berlebih berpotensi memicu resistensi insulin yang berujung pada diabetes tipe 2 dan penumpukan lemak yang menyebabkan obesitas.

Lebih lanjut, pakar IPB ungkap jenis gula dan tips konsumsinya agar terhindar dari diabetes dan obesitas dengan menyarankan penggantian gula dengan pemanis alami seperti stevia atau eritritol. Meski tetap perlu dikonsumsi secara moderat, pemanis alami tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam seperti gula rafinasi.

Selain itu, pola makan seimbang dan gaya hidup aktif sangat dianjurkan. “Tidak hanya soal jenis gula, tetapi juga bagaimana gaya hidup kita secara keseluruhan. Olahraga rutin dan konsumsi serat dari sayur dan buah bisa membantu menstabilkan kadar gula dalam darah,” tambah Prof. Ali.

Kampanye edukasi seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengatur asupan gula harian. Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa konsumsi gula harian masyarakat Indonesia rata-rata mencapai 15–20 sendok teh per hari, jauh melebihi rekomendasi WHO yang hanya 6 sendok teh per hari.

Untuk informasi lengkap seputar pemaparan pakar IPB ungkap jenis gula dan tips konsumsinya agar terhindar dari diabetes dan obesitas, serta berita kesehatan lainnya, pembaca dapat mengunjungi GELANGGANG NEWS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *