Ratusan Siswa SMAN 1 Cisayong Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, 17 Orang Masuk Puskesmas

GelanggangNews – TASIKMALAYA – Ratusan pelajar SMAN 1 Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan massal yang diduga terjadi setelah menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Belasan pelajar dilarikan ke Puskesmas Cisayong untuk mendapatkan penanganan medis pada Kamis (9/4/2026).

Bahkan, seorang pelajar harus dirujuk ke RSUD KHZ Musthafa karena membutuhkan perawatan lebih lanjut.

“Terdeteksi 114 orang, 14 di antaranya dirawat. Mereka makan pada Rabu kemarin, bukan hari ini, tetapi gejala mulai terasa pada malam harinya,” ujar Arif, guru SMAN 1 Cisayong, saat ditemui di Puskesmas Cisayong.

Penanganan Medis Intensif

Pihak sekolah mendeteksi sebanyak 114 siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare. Dari jumlah tersebut, 17 siswa dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan intensif. “Beberapa dirawat di puskesmas, dan lima orang lainnya sudah diperbolehkan pulang,” tambah Arif.

Camat Cisayong, Ayi Mulyana, membenarkan kejadian tersebut. Para korban langsung ditangani petugas medis dengan pemberian cairan infus serta obat-obatan. Siswa dengan gejala ringan diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi.

“Sudah ditangani oleh petugas medis. Penyebab dan hal lainnya masih dalam penyelidikan,” kata Ayi Mulyana kepada detikJabar, Jumat (10/4/2026) pagi.

Investigasi dan Penghentian Operasional SPPG

Berdasarkan pengakuan sejumlah siswa, mereka mulai merasakan gejala usai mengonsumsi sayur sup dari menu MBG. Petugas gabungan telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium di Bandung.

Ketua Tim Satgas MBG Tasikmalaya, Ruby Azhari, memastikan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menangani persoalan ini secara serius. Ia menyebutkan bahwa penyebab pasti masih dalam tahap penyelidikan mendalam.

“Dugaan keracunan makanan pada penerima manfaat yang mengonsumsi menu MBG. Sampel sudah kami kirim ke laboratorium di Bandung untuk memastikan penyebabnya,” kata Ruby Azhari.

Buntut dari peristiwa ini, Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memberhentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bersangkutan terhitung mulai Jumat (10/4/2026).

“Kami memastikan korban ditangani dengan baik. Kami telah melapor ke BGN, dan SPPG tersebut per hari ini diberhentikan operasionalnya untuk sementara oleh BGN,” tegas Ruby. Pihaknya meminta agar seluruh pengelola SPPG lebih berhati-hati dalam mengolah makanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *