Korban Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa Tembus 3.700 Orang

GelanggangNews – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa pada akhir Juni 2026 telah menyebabkan sedikitnya 3.700 kematian berlebih di Prancis, Belgia, dan Belanda. Angka tersebut merupakan data awal yang dirilis otoritas kesehatan setempat dan diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses pendataan yang terus berlangsung.

Prancis menjadi negara dengan dampak paling besar. Badan Kesehatan Masyarakat Prancis mencatat sekitar 2.025 kematian berlebih selama periode 22 hingga 28 Juni, atau meningkat 29 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Kawasan Paris menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan lonjakan kematian mencapai 63 persen akibat suhu yang menembus rekor baru di sejumlah daerah.

Sementara itu, Belgia melaporkan sekitar 1.200 kematian berlebih, termasuk lebih dari 500 korban berusia di atas 85 tahun. Di Belanda, sekitar 480 kematian berlebih tercatat, dengan mayoritas korban merupakan kelompok lanjut usia yang sangat rentan terhadap suhu ekstrem. Otoritas kesehatan di ketiga negara menyatakan angka tersebut masih bersifat sementara dan kemungkinan akan terus meningkat.

Para ilmuwan menyebut gelombang panas kali ini sebagai salah satu yang paling parah dalam sejarah modern Eropa. Suhu di sejumlah negara melampaui 40 derajat Celsius, memicu lonjakan kasus dehidrasi, serangan jantung, gangguan ginjal, hingga kegagalan organ akibat paparan panas berkepanjangan. Penelitian terbaru juga menyimpulkan bahwa intensitas gelombang panas tersebut hampir mustahil terjadi tanpa pengaruh perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia.

Selain menimbulkan korban jiwa, cuaca ekstrem juga mengganggu layanan kesehatan, transportasi, dan pasokan listrik di berbagai negara Eropa. Pemerintah setempat mengeluarkan peringatan kesehatan, membuka pusat pendingin bagi warga, serta mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari. Sejumlah kota bahkan mulai menerapkan langkah adaptasi baru untuk melindungi pekerja yang beraktivitas di bawah terik matahari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengingatkan bahwa Eropa merupakan kawasan yang mengalami pemanasan tercepat di dunia. Kedua lembaga tersebut mendesak negara-negara Eropa memperkuat sistem peringatan dini dan strategi mitigasi agar dampak gelombang panas di masa mendatang dapat diminimalkan.

Ikuti perkembangan terbaru berita internasional hanya di Gelanggang News: https://gelanggangnews.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *