CANBERRA – Kapal induk HMS Prince of Wales milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris resmi bersandar di pelabuhan Darwin, Australia, sejak Rabu (23/7/2025). Kapal induk kelas Queen Elizabeth ini memimpin Kelompok Serang Kapal Induk Inggris (UKCSG) dalam Operasi Highmast, pengerahan militer selama delapan bulan di kawasan Indo-Pasifik.
Sebanyak 4.500 personel Inggris dikerahkan dalam operasi tersebut, yang terdiri dari 2.500 personel Angkatan Laut dan Marinir Kerajaan, 900 personel Angkatan Darat, serta 600 personel Angkatan Udara Kerajaan.
Ikut Latihan Militer Talisman Sabre 2025
HMS Prince of Wales berperan penting dalam Latihan Talisman Sabre 2025, latihan tempur terbesar di Australia yang melibatkan 35.000 personel dari 19 negara. Latihan ini meliputi operasi di berbagai domain: darat, laut, udara, siber, dan antariksa.
Komodor James Blackmore, komandan UKCSG, menyebut latihan ini sebagai “demonstrasi nyata kemampuan tempur Inggris dan sekutu-sekutunya”. Ia menambahkan bahwa ini adalah pertama kalinya kelompok kapal induk multinasional dipimpin oleh Inggris dalam Talisman Sabre.
Pertama Kali Sejak 1997 Kapal Inggris Kembali ke Australia
HMS Prince of Wales merupakan kapal induk Inggris pertama yang mengunjungi Australia dalam lebih dari dua dekade. Terakhir kali kapal Angkatan Laut Inggris bersandar di Australia adalah HMS Illustrious pada tahun 1997 dalam misi Ocean Wave.
Kehadiran HMS Prince of Wales disambut secara adat oleh suku Larrakia, penduduk asli Darwin, dalam upacara “Selamat Datang di Negara”.
Unjuk Kekuatan Bersama Sekutu
Dalam beberapa operasi lepas pantai Australia utara, kapal induk Inggris ini juga bekerja sama dengan gugus tugas kapal induk USS George Washington milik Amerika Serikat. Selain itu, pesawat tempur MV-22 Osprey milik Korps Marinir AS juga telah beroperasi di kapal ini sebagai bagian dari integrasi sistem antarnegara sekutu.
Latihan gabungan ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dan kekuatan kolektif Inggris di kawasan, serta penguatan kerja sama militer dengan mitra regional seperti Australia dan Papua Nugini.
📌 Baca informasi pertahanan dan geopolitik terkini hanya di www.gelanggangnews.com – sumber berita terpercaya Anda di era global.











