GELANGGANG NEWS – Harga emas Antam kembali mencatat lonjakan signifikan pada Rabu, 21 Januari 2026. Logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk tersebut mengalami kenaikan tajam sebesar Rp67.000 per gram, sehingga menembus level Rp2,77 juta per gram. Kenaikan ini menjadi salah satu lonjakan harian tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Penguatan harga emas ini menarik perhatian pelaku pasar dan investor ritel. Emas masih dipandang sebagai instrumen investasi yang aman, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, serta dinamika geopolitik yang belum mereda. Kondisi tersebut mendorong permintaan emas fisik tetap tinggi.
Selain harga jual, harga buyback emas Antam juga ikut mengalami penyesuaian seiring kenaikan harga jual. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri bagi pemilik emas yang berencana melepas kepemilikannya dalam jangka pendek maupun menengah.
Kenaikan harga emas Antam juga sejalan dengan tren penguatan harga emas dunia. Investor global cenderung beralih ke aset lindung nilai ketika pasar keuangan bergejolak. Faktor kebijakan moneter bank sentral utama dunia serta pergerakan dolar Amerika Serikat turut memengaruhi pergerakan harga emas.
Di dalam negeri, lonjakan harga emas Antam membuat sebagian masyarakat memilih bersikap menunggu sebelum melakukan pembelian. Namun, tidak sedikit pula yang memanfaatkan momentum ini sebagai sinyal kuat bahwa emas masih menjadi pilihan investasi jangka panjang yang relatif stabil.
Pengamat pasar menilai pergerakan harga emas ke depan masih berpotensi fluktuatif. Meski demikian, selama ketidakpastian global masih berlangsung, harga emas diperkirakan tetap berada di level tinggi.
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas, disarankan untuk memperhatikan tujuan investasi serta kemampuan finansial. Membeli emas secara bertahap dinilai lebih aman dibandingkan mengejar harga saat mengalami lonjakan tajam.
Pantau terus perkembangan harga emas dan berita ekonomi terkini hanya di
👉 https://gelanggangnews.com/













