Bupati Bandung, Dadang Supriatna, telah mengadakan pembicaraan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait rencana pembangunan dua jalan layang (flyover) di wilayah Kopo dan Bojongsoang. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Hilman Kadar, menyampaikan bahwa selain membahas proyek infrastruktur tersebut, Bupati juga mengangkat isu-isu penting lainnya, seperti pengelolaan sampah dan perencanaan tata ruang.
Hilman menjelaskan, kajian mendalam telah dilakukan untuk mendukung rencana pembangunan flyover. Berdasarkan hasil survei di lapangan, kemacetan lalu lintas di kedua lokasi ini sangat parah, terutama pada jam sibuk pagi (06.00–09.00 WIB) dan sore (16.00–18.00 WIB).
“Jika melihat tingkat kemacetannya, kondisi di sana hampir mencapai titik macet total. Oleh karena itu, diperlukan solusi, salah satunya adalah pembangunan flyover. Bupati berharap proyek ini bisa segera terealisasi,” ungkap Hilman pada Jumat (10/1/2025).
Sebagai langkah awal untuk mengurangi kemacetan, Dishub Kabupaten Bandung telah menambah jumlah petugas di lapangan. Selain itu, pemasangan rambu lalu lintas serta fasilitas pendukung lainnya direncanakan mulai pertengahan Januari 2025.

“Rambu-rambu dan perlengkapan jalan akan mulai dipasang di sepanjang jalur Bojongsoang hingga persimpangan Baleendah,” jelasnya.
Hilman menilai bahwa flyover adalah solusi yang paling efektif untuk mengatasi kemacetan, terutama karena volume kendaraan yang tinggi tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang tersedia. Jalan raya Bojongsoang, misalnya, semakin padat karena keberadaan perumahan, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.
“Kemacetan di jalur ini sangat mengganggu arus kendaraan yang menuju Ciparay, Baleendah, Dayeuhkolot, dan daerah sekitarnya. Dengan flyover, kami berharap masalah ini bisa terselesaikan,” tambah Hilman.
Pemerintah Kabupaten Bandung optimistis pembangunan flyover di Kopo dan Bojongsoang dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas di wilayah tersebut.
Sumber: www.gelanggangnews.com







