Ribuan Pecalang Bali Serukan Penolakan Premanisme Berkedok Ormas

Denpasar, 17 Mei 2025 – Sebanyak 13.000 pecalang dari 1.500 desa adat se-Bali berkumpul di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, dalam acara bertajuk β€œGelar Agung Pecalang Bali”. Dalam pertemuan besar tersebut, para pecalang menyuarakan penolakan tegas terhadap premanisme yang dibungkus dalam bentuk organisasi kemasyarakatan (ormas).

Aksi ini bukan sekadar simbolis. Para pecalang menyampaikan deklarasi resmi dalam tiga poin penting, yang menjadi komitmen kolektif dalam menjaga ketertiban dan nilai-nilai budaya Bali.

πŸ”Ί Tiga Poin Deklarasi Pecalang Bali

  1. Menolak kehadiran ormas yang bertindak preman dan mengintimidasi masyarakat Bali.

  2. Mendukung TNI-Polri untuk bertindak tegas terhadap ormas yang meresahkan.

  3. Mendukung penuh sistem keamanan Sipandu Beradat dan Badan Keamanan Desa Adat (Bankamda).

πŸ’¬ Penegasan MDA: Bali Tak Butuh Ormas Preman

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, secara terbuka menegaskan bahwa Bali tidak membutuhkan ormas yang menyusup dengan dalih keamanan namun justru menebar keresahan.

β€œBali punya pecalang dan aparat resmi. Kita tidak butuh ormas yang berlagak jagoan tapi justru merusak tatanan adat,” ujarnya dalam orasinya di hadapan ribuan peserta.

πŸ” Pecalang: Garda Depan Adat Bali

Sekjen Pasikian Pecalang Bali, Ngurah Pradnyana, menambahkan bahwa walau pecalang tidak digaji, mereka tetap berdiri sebagai penjaga adat dan keamanan desa secara sukarela, sebagai bagian dari komitmen spiritual dan budaya.

β€œKami ada karena adat, bukan karena uang. Tugas kami menjaga Bali, bukan menakut-nakuti masyarakat.”

Aksi ini menjadi pesan kuat bahwa keamanan Bali harus dikembalikan kepada nilai-nilai kearifan lokal yang telah terjaga sejak lama β€” bukan pada ormas luar yang membawa bibit kekacauan.


πŸ“ Ikuti berita budaya dan keamanan Bali hanya di:
πŸ”— https://gelanggangnews.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *