GELANGGANG NEWS
GELANGGANG NEWS – Politikus Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali jadi sorotan publik usai videonya menegur keras sekelompok suporter viral di media sosial. Dalam acara “Nganjang ka Warga” yang digelar di Desa Sukamandijaya, Subang, Dedi menunjukkan sikap tegas kepada sejumlah pemuda yang membentangkan spanduk “Selamatkan Persikas” dan meneriakkan yel-yel yang dianggap mengganggu jalannya dialog.
Momen tersebut terjadi ketika Dedi sedang berbicara dengan warga, khususnya seorang ibu pemulung. Suasana menjadi ricuh, hingga Dedi menaikkan nada bicaranya:
“Ini bukan forum Persikas, ini forum saya. Turunkan spanduknya!” katanya dengan suara lantang.
Belakangan, Dedi menanggapi kritik dan tudingan bahwa dirinya sedang melakukan pencitraan. Ia menegaskan bahwa kemarahan tersebut murni reaksi atas ketidaksopanan yang terjadi di forum rakyat.
“Kalau saatnya saya harus marah, ya saya marah. Ini bukan soal pencitraan, tapi soal kedisiplinan dan etika.”
Dedi juga menyoroti kehadiran sejumlah anak dan remaja dalam aksi tersebut yang diduga dimobilisasi. Ia menganggap hal ini sebagai bentuk manipulasi politik yang tidak patut.
Lebih lanjut, Dedi menyampaikan bahwa pengelolaan klub sepak bola seperti Persikas semestinya bersifat profesional dan tidak membebani keuangan daerah. Pemerintah, ujarnya, cukup memfasilitasi sarana dan prasarana, tanpa ikut mengelola secara langsung.
“Pemerintah tak seharusnya cawe-cawe dalam klub profesional. Biarkan dikelola profesional, sesuai dengan prinsip manajemen olahraga modern.”
Pernyataan Dedi ini memicu berbagai tanggapan, sebagian mendukung ketegasannya, sementara yang lain menilai pendekatannya terlalu emosional. Namun satu hal yang pasti, gaya komunikasinya tetap konsisten: blak-blakan dan tanpa basa-basi.
📌 Selengkapnya di https://gelanggangnews.com
