www.gelanggangnews.com – Sebuah inovasi unik sekaligus menghibur datang dari warga Cicadas, Kota Bandung. Dengan kreativitas tinggi dan semangat kebersamaan, mereka membangun wahana wisata bertema horor yang dinamai “Desa Hantu” Cicadas. Menariknya, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 3.000 untuk bisa merasakan pengalaman uji nyali yang menegangkan di area ini.
Ide membangun Desa Hantu Cicadas muncul dari warga RW 02 Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul, sebagai bagian dari perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia. Alih-alih menggelar perlombaan tradisional biasa, warga setempat sepakat untuk menciptakan suasana berbeda yang mampu menghibur sekaligus meningkatkan kebersamaan antarwarga.
Ketua RW 02 Cicadas, Dadan Rohiman, menjelaskan bahwa Desa Hantu Cicadas sepenuhnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Dengan anggaran minim, mereka memanfaatkan peralatan seadanya seperti terpal, cat, kain bekas, dan lampu warna-warni untuk membentuk suasana menyeramkan. Tak hanya itu, para remaja setempat pun turut berperan sebagai “hantu-hantuan” yang siap mengejutkan pengunjung.
“Ini hasil gotong royong warga. Tujuannya agar perayaan kemerdekaan tahun ini terasa lebih hidup dan bisa dinikmati oleh semua kalangan,” ujar Dadan kepada media.
Konsep “Desa Hantu” Cicadas, cuma modal Rp 3.000 bisa uji nyali ini terbukti efektif menarik perhatian warga Bandung dan sekitarnya. Setiap malam, antrean panjang terlihat di pintu masuk wahana, yang berlokasi di sebuah gang kecil yang disulap menjadi lorong horor dengan berbagai dekorasi menyeramkan seperti pocong, kuntilanak, hingga suara-suara misterius.
Tidak hanya menjadi hiburan, Desa Hantu Cicadas juga berkontribusi secara ekonomi bagi warga setempat. Tiket masuk Rp 3.000 per orang digunakan untuk biaya operasional, sedangkan sisanya masuk ke kas RW untuk kegiatan sosial. Para pelaku UMKM sekitar juga ikut kecipratan rezeki dengan membuka lapak makanan dan minuman bagi para pengunjung yang datang.
“Responsnya luar biasa. Banyak yang datang dari luar kelurahan karena penasaran. Kami senang bisa menghibur sekaligus mempererat silaturahmi warga,” kata salah satu panitia, Fajar Maulana.
Pembangunan “Desa Hantu” Cicadas, cuma modal Rp 3.000 bisa uji nyali, ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan kegiatan kreatif dengan anggaran terbatas. Selain mampu membangkitkan semangat gotong royong, wahana ini juga menjadi alternatif hiburan murah meriah yang relevan bagi masyarakat urban.
Dengan animo yang terus meningkat, warga berencana memperluas wahana dan menambah elemen kejutan. Beberapa pengunjung bahkan menyarankan agar Desa Hantu Cicadas dijadikan agenda tahunan karena mampu menghadirkan sensasi uji nyali yang unik dan menghibur.
Ikuti berita seputar kreativitas warga dan kegiatan unik lainnya hanya di www.gelanggangnews.com.

