BTN Tingkatkan Akses KPR bagi Pekerja Informal, Ini Langkah-langkahnya

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon LP Napitupulu, baru-baru ini mengungkapkan beberapa cara yang ditempuh oleh pihak bank untuk mempermudah pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojek online (ojol) dan tukang cukur, dalam mengajukan Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Ia mengakui, selama ini pemberian kredit rumah kepada pekerja informal menjadi tantangan tersendiri bagi bank, terutama karena kendala terkait bukti jaminan yang bisa diverifikasi. Hal ini berbeda dengan pekerja formal yang mudah dipantau lewat slip gaji.

Namun, BTN tidak lantas menyerah. Melalui kerja sama dengan perusahaan ojek online terkemuka seperti Gojek, BTN mulai menarik potongan harian dari saldo dompet digital pengemudi ojol sebagai salah satu bentuk jaminan, yang dapat membantu mereka dalam proses pengajuan KPR. Dengan cara ini, pengemudi ojol kini memiliki peluang untuk mendapatkan fasilitas KPR yang sebelumnya sulit dijangkau.

Tak hanya itu, BTN juga mulai menggandeng komunitas pekerja informal untuk melakukan verifikasi terhadap calon pemohon KPR. Salah satunya adalah komunitas tukang cukur yang berasal dari Garut, yang dikenal dengan nama Asgar. BTN memanfaatkan komunitas ini untuk memastikan bahwa para calon pemohon KPR memang memiliki kemampuan finansial yang cukup dan tidak terlibat dalam praktik penipuan.

BTN Tingkatkan Akses KPR bagi Pekerja Informal, Ini Langkah-langkahnya

Sebagai bagian dari langkah inovatif lainnya, Nixon mengungkapkan bahwa BTN sedang menyusun skema penilaian baru untuk para pekerja informal yang tidak tergabung dalam perusahaan atau komunitas. Salah satu skema yang tengah dipertimbangkan adalah dengan mewajibkan calon pemohon untuk menabung secara rutin selama 3 hingga 6 bulan. Jika catatan tabungannya baik, maka BTN akan mempertimbangkan untuk memberikan KPR kepada mereka.

Presiden Prabowo Subianto juga mengungkapkan target ambisius untuk membangun tiga juta unit rumah bagi rakyat Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, Presiden menugaskan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, untuk merancang berbagai skema perumahan yang lebih inklusif. Beberapa rencana yang disampaikan Maruarar antara lain adalah pembangunan hunian vertikal di sekitar jalur kereta api, pembangunan perumahan di bekas tanah milik koruptor, serta kerja sama pembangunan perumahan dengan Qatar.

Dengan langkah-langkah ini, BTN berupaya membuka akses lebih luas bagi pekerja sektor informal untuk memiliki rumah, yang selama ini menjadi impian sulit tercapai bagi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *