Aritmia jantung adalah kondisi yang mengganggu irama jantung, dan salah satu jenis yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah atrial fibrilasi. Penyakit ini terjadi ketika irama jantung menjadi tidak teratur. Diperkirakan pada tahun 2025, prevalensi atrial fibrilasi akan terus meningkat, mencapai 6-16 juta kasus di Amerika Serikat dan sekitar 3 juta kasus di Indonesia, menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Atrial fibrilasi adalah gangguan irama yang terjadi pada bagian serambi jantung, atau atrium. Pada kondisi normal, denyut jantung berfungsi secara teratur dengan detak antara 60 hingga 100 kali per menit. Namun pada penderita atrial fibrilasi, denyut jantung bisa melaju hingga 600 kali per menit, dengan irama yang tidak teratur.
Penyakit ini umumnya dialami oleh lansia berusia 60-70 tahun, meski bukan tidak mungkin orang dewasa yang lebih muda, mulai usia 20 tahun, juga dapat mengalaminya.
Gejala Atrial Fibrilasi
Mengenali gejala atrial fibrilasi sejak awal sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berbahaya. Beberapa gejala utama yang perlu diperhatikan antara lain:
Irama Jantung yang Tidak Teratur Pada penderita atrial fibrilasi, detak jantung bisa menjadi sangat tidak teratur, kadang cepat atau lambat, bahkan terkadang sangat tidak terkoordinasi.
Cepat Merasa Lelah Karena jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, penderita atrial fibrilasi cenderung merasa cepat lelah.
Sering Merasakan Berdebar dan Tidak Nyaman Penderita juga sering merasakan jantung berdebar atau adanya rasa tidak nyaman, seperti sesak napas. Gejala ini muncul karena gangguan pada aliran sinyal listrik di otot jantung yang menyebabkan detak jantung menjadi tidak normal.

Cara Mendeteksi Atrial Fibrilasi Dini
Untuk menghindari dampak yang lebih serius, sangat penting untuk mendeteksi atrial fibrilasi sejak dini. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini:
Periksa Denyut Jantung Sendiri Salah satu cara sederhana untuk mendeteksi atrial fibrilasi adalah dengan memeriksa denyut jantung secara mandiri. Anda bisa meraba nadi di pergelangan tangan atau leher. Jika denyut terasa teratur dan stabil, maka itu bukan atrial fibrilasi. Namun, jika irama terasa tidak teratur, bisa jadi itu adalah gejala atrial fibrilasi.
Manfaatkan Teknologi Smartwatch Di era digital saat ini, smartwatch yang sering digunakan untuk aktivitas olahraga juga bisa digunakan untuk memonitor kondisi jantung. Banyak smartwatch yang dilengkapi dengan fitur untuk mendeteksi atrial fibrilasi, memberikan peringatan jika terdeteksi adanya gangguan irama jantung.
Dengan melakukan pemeriksaan denyut jantung secara rutin atau memanfaatkan teknologi, Anda dapat mendeteksi atrial fibrilasi lebih awal dan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Sumber: www.gelanggangnews.com










