Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Investasi Rp2.000 T Batal Masuk RI di Era Jokowi, Apa yang Salah?

ByAdmin Gelanggang

Jul 4, 2025

Nilai investasi jumbo senilai Rp2.000 triliun dilaporkan batal masuk ke Indonesia selama satu dekade pemerintahan Presiden Joko Widodo. Angka ini mencengangkan, apalagi di tengah gencarnya promosi besar-besaran yang dilakukan pemerintah melalui berbagai forum internasional dan proyek strategis.

Data tersebut diungkap oleh Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, yang menyoroti banyaknya rencana investasi asing yang diumumkan tapi tidak terealisasi. “Selama 10 tahun terakhir, ada sekitar Rp2.000 triliun investasi yang gagal direalisasikan di Indonesia. Ini menunjukkan ada masalah struktural yang belum terselesaikan,” ujarnya.

Apa yang Jadi Masalah?

Beberapa faktor utama penyebab batalnya investasi tersebut antara lain:

  1. Ketidakpastian Regulasi
    Perubahan aturan yang terlalu sering membuat investor ragu. UU Cipta Kerja sempat digugat dan dinyatakan inkonstitusional bersyarat, hal ini menimbulkan ketidakpastian hukum jangka panjang.
  2. Perizinan yang Masih Rumit
    Meskipun pemerintah mengklaim sistem OSS (Online Single Submission) mempercepat proses izin, kenyataannya di lapangan masih banyak birokrasi yang menghambat. Proses perizinan daerah yang tidak sinkron dengan pusat juga jadi kendala serius.
  3. Tumpang Tindih Kewenangan Pusat-Daerah
    Banyak proyek gagal karena tarik menarik kepentingan antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam pengadaan lahan dan pengurusan izin lingkungan.
  4. Stabilitas Politik dan Hukum yang Diragukan
    Beberapa investor ragu terhadap stabilitas jangka panjang Indonesia karena maraknya konflik kepentingan politik, serta isu korupsi yang belum terselesaikan secara sistemik.
  5. Persaingan Ketat dari Negara Tetangga
    Negara seperti Vietnam dan Malaysia lebih gesit menawarkan insentif pajak, kemudahan izin, dan kepastian hukum. Banyak investor akhirnya memilih relokasi ke sana.

Apa Dampaknya untuk RI?
Kegagalan menarik Rp2.000 triliun investasi berarti kehilangan potensi jutaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta percepatan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Hal ini juga membuat Indonesia kesulitan mengejar target visi Indonesia Emas 2045.

Ke depan, para ahli menilai Indonesia perlu reformasi lebih dalam, bukan hanya soal kebijakan makro, tapi juga di level implementasi teknis dan kepastian hukum yang adil dan stabil.

https://gelanggangnews.com