Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melemah di awal pekan ini, setelah ditutup turun sebesar 0,19% ke level 6.865 pada akhir pekan lalu. Penurunan tersebut menandai pelemahan mingguan sebesar 0,47%, di tengah tekanan dari berbagai sentimen global maupun domestik.
Para analis menyebutkan bahwa pelemahan ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari luar negeri, data ekonomi Amerika Serikat yang kuat memicu kekhawatiran investor bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama. Sementara itu, ketegangan geopolitik dan sikap wait and see terhadap perkembangan ekonomi global ikut membayangi pasar.
Dari dalam negeri, investor juga mencermati perkembangan data inflasi Indonesia, ketidakpastian pada pasar obligasi, dan tekanan dari aksi ambil untung pasca reli beberapa sektor saham. Ditambah lagi, geliat penawaran umum perdana saham (IPO) dalam negeri belum sepenuhnya memberi dorongan signifikan terhadap indeks.
Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah terbatas. Level support berada di kisaran 6.810–6.840, sementara resistance berada di sekitar 7.000–7.025.
Analis menyarankan investor untuk tetap selektif dan mencermati saham-saham dengan fundamental kuat, terutama di sektor konsumsi primer, keuangan, dan infrastruktur, yang relatif stabil menghadapi volatilitas.
Selengkapnya di: https://gelanggangnews.com

