Mark Zuckerberg, CEO Meta, baru-baru ini memberikan komentar tajam tentang Apple dalam sebuah wawancara di podcast Joe Rogan Experience yang disiarkan pada Jumat (10/1). Dalam kesempatan itu, Zuckerberg mengungkapkan pandangannya mengenai perusahaan teknologi besar tersebut yang dianggapnya sudah kehilangan arah dalam hal inovasi dan lebih fokus pada keuntungan semata.
Zuckerberg menyatakan bahwa iPhone, meski sukses besar di dunia, kini tampaknya sudah berhenti menjadi simbol perubahan teknologi. Dia mengakui bahwa iPhone telah memungkinkan hampir setiap orang di dunia untuk memiliki perangkat canggih, tetapi ia merasa Apple seakan tidak lagi menciptakan hal baru yang signifikan. “Setelah Steve Jobs menciptakan iPhone, sepertinya Apple berhenti berinovasi. Mereka hanya mempertahankan produk yang sudah ada tanpa ada perkembangan revolusioner,” ungkap Zuckerberg.
Selain itu, Zuckerberg juga mengkritik kebijakan Apple yang mengenakan biaya tinggi kepada pengembang aplikasi melalui App Store. Biaya yang mencapai 30 persen itu, menurut Zuckerberg, memberatkan para pengembang dan hanya menguntungkan Apple. “Apple mendapatkan keuntungan yang besar dengan cara yang menurut saya tidak adil, dengan memaksa pengembang untuk membayar biaya besar hanya untuk bisa menjual aplikasi di App Store mereka,” jelasnya.

Zuckerberg menambahkan bahwa Apple juga menerapkan pembatasan pada akses perangkat pihak ketiga untuk dapat terhubung dengan produk mereka, seperti iPhone. Menurutnya, ini adalah strategi yang mengekang inovasi dan mengurangi kebebasan para pengembang untuk menciptakan produk yang lebih beragam. “Apple membuat produk seperti AirPods, yang memang menarik, tetapi mereka juga menghalangi pihak lain untuk menciptakan perangkat yang bisa terhubung dengan iPhone secara seamless,” kritik Zuckerberg.
Dalam hal alasan Apple yang sering mengedepankan masalah privasi dan keamanan, Zuckerberg berpandangan bahwa hal itu hanyalah pembenaran semata. Menurutnya, Apple bisa saja memperbaiki sistem keamanan dan membuka akses lebih banyak bagi perangkat lain untuk terhubung dengan iPhone. “Masalahnya bukanlah privasi, tapi kontrol. Jika Apple benar-benar ingin meningkatkan keamanan, mereka bisa melakukan itu tanpa harus menutup ekosistem mereka,” tambah Zuckerberg.
Di sisi lain, Zuckerberg juga berbicara tentang headset Vision Pro milik Apple yang baru saja diluncurkan. Ia mengomentari penjualan produk tersebut yang dianggap tidak memuaskan, dan membandingkannya dengan headset Meta Quest. Meskipun ia mengakui bahwa Vision Pro mencoba untuk membawa konsep baru, ia merasa versi pertama masih jauh dari sempurna. “Saya rasa Apple perlu waktu lebih lama untuk menyempurnakan produk mereka. Tapi untuk versi pertama, jelas masih ada banyak kekurangan,” kata Zuckerberg.
Apple sendiri belum memberikan tanggapan resmi terhadap komentar yang disampaikan oleh Zuckerberg tersebut. Sementara itu, Meta terus berusaha untuk menghadirkan inovasi dan produk-produk baru yang bisa bersaing di pasar global.
Sumber: www.gelanggangnews.com

