Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Telkom Tawarkan Solusi Pemantauan Jaringan untuk Sektor Perbankan melalui Netmonk Prime

ByAdmin Gelanggang

Jan 15, 2025
Telkom Tawarkan Solusi Pemantauan Jaringan untuk Sektor Perbankan melalui Netmonk Prime

Telkom kini memperkenalkan solusi digital baru, Netmonk Prime, yang menyasar sektor perbankan sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi pemantauan jaringan. Dengan menggunakan Netmonk Prime, lembaga keuangan, terutama bank, dapat melakukan pemantauan terhadap jaringan, server, dan sistem Web/API dengan cara yang lebih otomatis dan andal, dibandingkan dengan cara manual yang selama ini digunakan.

Pemantauan jaringan menjadi sangat penting bagi sektor perbankan mengingat volume transaksi yang sangat besar dan kebutuhan untuk menjaga kelancaran operasional tanpa gangguan. Netmonk Prime memungkinkan tim IT untuk mengawasi berbagai aspek penting, mulai dari kecepatan transfer data hingga koneksi antar-cabang dan status layanan mesin ATM atau platform perbankan online.

Selain memastikan operasional berjalan lancar, Netmonk Prime juga berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan aspek keamanan. Aplikasi ini bisa mendeteksi potensi ancaman dan aktivitas yang mencurigakan, seperti upaya serangan siber atau ketidaknormalan dalam lalu lintas data, yang berpotensi membahayakan integritas sistem.

Komang Budi Aryasa, EVP Digital Business Telkom, menjelaskan bahwa Netmonk Prime membantu perusahaan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memperbesar kapasitas jaringan. Dengan wawasan ini, bank dapat lebih proaktif dalam menjaga kualitas jaringan dan menangani berbagai potensi masalah sejak dini.

Telkom Tawarkan Solusi Pemantauan Jaringan untuk Sektor Perbankan melalui Netmonk Prime

Netmonk Prime juga memberikan data analitik terkait pola penggunaan jaringan secara rinci. Dengan pemahaman ini, perusahaan bisa merencanakan pemeliharaan sistem dengan bijak, memastikan pemanfaatan sumber daya jaringan yang efisien, dan menghindari gangguan pada operasional utama. Informasi ini juga memungkinkan bank untuk menghindari pemborosan dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

“Melalui laporan yang dihasilkan oleh Netmonk Prime, bank dapat menilai kapan kapasitas jaringan perlu ditingkatkan, terutama dengan adanya ekspansi bisnis yang pesat dan tuntutan kapasitas yang terus berkembang,” tambah Komang Budi Aryasa dalam sebuah siaran pers yang diterima detikINET pada Jumat (10/1/2025).

Sektor perbankan memiliki kebutuhan server yang sangat kompleks dan kritis. Transaksi dan pengelolaan data yang berhubungan dengan keuangan harus dilakukan dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi, serta kecepatan yang optimal. Selain itu, dengan volume transaksi yang terus meningkat, bank membutuhkan sistem yang dapat mendukung keandalan dan perlindungan data pelanggan secara maksimal.

Selain itu, server perbankan juga harus mampu menangani kebutuhan penyimpanan data dalam jumlah besar, baik untuk data transaksi harian maupun arsip data historis. Kemampuan server dalam beradaptasi dengan teknologi virtualisasi dan integrasi dengan sistem lama juga menjadi faktor penting, karena banyak bank yang masih menggunakan sistem legacy yang membutuhkan kompatibilitas tinggi.

“Bayangkan jika server di bank mengalami keterlambatan jaringan atau latensi yang tinggi. Hal itu bisa menimbulkan masalah yang berdampak buruk pada reputasi bank dan kredibilitas layanan keuangan,” kata Aryasa.

Tentu saja, semua proses ini harus tetap mengikuti regulasi yang berlaku dari otoritas seperti OJK dan Bank Indonesia. Dengan jaringan yang dikelola dengan baik dan stabil, bank tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga dapat memastikan keamanan dan kenyamanan layanan bagi para nasabah.