Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Wanita di Mojokerto Sempat Hilang Kabar Sebelum Dimutilasi Jadi 65 Bagian

ByAdmin Gelanggang

Sep 8, 2025

MOJOKERTO – Kasus pembunuhan sadis di Mojokerto mengejutkan publik setelah seorang wanita ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Setelah penyelidikan intensif, pihak kepolisian berhasil menangkap mantan pacar korban yang diduga sebagai pelaku utama dalam peristiwa tersebut. Polisi kini mendalami motif dan kronologi lengkap kasus yang telah menyita perhatian masyarakat luas.

Korban berinisial AF (34), warga Kecamatan Jetis, Mojokerto, dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Kamis (4/9/2025). Setelah tiga hari pencarian, potongan tubuh korban ditemukan di beberapa titik berbeda di wilayah Mojokerto. Hasil identifikasi melalui tes DNA dan pencocokan sidik jari mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah milik korban yang sempat dilaporkan hilang.

Kapolres Mojokerto AKBP Wahyudi membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap seorang pria berinisial RD (37), yang merupakan mantan pacar korban. Penangkapan dilakukan di wilayah Jombang setelah RD mencoba melarikan diri. “RD ditangkap sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan sadis di Mojokerto, dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif,” ujar Wahyudi dalam konferensi pers pada Senin (8/9/2025).

Menurut hasil penyelidikan sementara, RD diduga merencanakan pembunuhan dengan motif pribadi, yakni cemburu dan dendam terhadap korban. Setelah melakukan pembunuhan, pelaku memotong-motong tubuh korban untuk menghilangkan jejak dan membuangnya ke sejumlah lokasi agar tidak mudah ditemukan. Tindakan ini menjadi salah satu faktor yang membuat kasus ini disebut sebagai kasus pembunuhan sadis di Mojokerto oleh aparat dan masyarakat.

Pihak keluarga korban menyampaikan duka mendalam dan berharap proses hukum berjalan adil. Kakak korban, Sulastri, mengatakan bahwa korban tidak menunjukkan tanda-tanda mengalami masalah serius sebelum hilang. “Kami sangat terkejut. Kami harap pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujarnya kepada wartawan.

Polisi juga menyatakan akan terus menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus pembunuhan sadis di Mojokerto ini. Selain itu, sejumlah barang bukti telah diamankan dari tempat tinggal RD, termasuk alat yang diduga digunakan dalam proses kejahatan.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kekerasan dalam relasi pribadi. “Kasus seperti ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam hubungan tidak boleh dianggap sepele,” tambah Kapolres Wahyudi. Kasus pembunuhan sadis di Mojokerto, polisi tangkap mantan pacar korban, menjadi pengingat penting bagi aparat dan masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan domestik.

Kasus ini juga mendapat perhatian dari Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPA) Jawa Timur. Mereka meminta aparat penegak hukum memberikan perlindungan lebih kepada korban kekerasan berbasis gender dan menjatuhkan hukuman maksimal bagi pelaku.

Untuk informasi lebih lanjut dan pembaruan terkini mengenai kasus ini, kunjungi situs resmi www.gelanggangnews.com.