GelanggangNews – Pencarian terhadap anak buah kapal (ABK) yang terjatuh dari Kapal Motor (KM) Ebert Jaya 6 AA di perairan Laut Jawa belum kunjung membuahkan hasil. Korban bernama Hendro Moc Dzulkarnaen (27) dilaporkan hilang sejak Selasa (17/2/2026), dan hingga Selasa (24/2/2026) belum ditemukan. Saat ini, operasi pencarian telah resmi ditutup.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya, Ketut Alit Supartana, mengungkapkan bahwa korban merupakan warga Desa Margasari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat. “Korban hilang di Laut Jawa setelah sebelumnya yang bersangkutan bersama rekannya hendak makan sore. Namun nahas, korban malah jatuh ke laut,” kata Ketut kepada awak media di Palangka Raya, Selasa.
Ketut menjelaskan bahwa Tim SAR Gabungan sudah menyisir lokasi perairan tempat hilangnya korban. Selama pencarian, tim menghadapi kendala cuaca. “Kendala yang dihadapi oleh Tim SAR Gabungan adalah area pencarian yang luas dan cuaca di laut yang berubah-ubah, sehingga membatasi waktu pelaksanaan pencarian,” ujarnya.
Pencarian Ditutup Setelah upaya pencarian tak kunjung membuahkan hasil, Tim Rescue Basarnas Palangka Raya melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan unsur SAR, agen kapal, serta pihak keluarga untuk menghentikan pencarian.
Keputusan tersebut mengacu pada pelaksanaan operasi SAR sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, yang menyatakan bahwa operasi SAR dihentikan pada hari ketujuh dan selanjutnya akan dilakukan pemantauan terhadap tanda-tanda keberadaan korban.
“Operasi SAR Man Overboard (MOB) KM Ebert Jaya 6 AA di Perairan Laut Jawa, Provinsi Kalimantan Tengah ditutup. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan. Namun, tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” tegas Ketut.
Dalam pencarian selama tujuh hari tersebut, Ketut mengatakan bahwa pihaknya melibatkan personel dari berbagai unsur SAR, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Pangkalan Bun, KSOP Kumai, SROP Kumai, KSOP Sampit, SROP Sampit, serta agen kapal KM Ebert Jaya 6 AA.
“Terima kasih atas kerja sama teman-teman Tim SAR Gabungan selama tujuh hari ini, semoga apa yang kita kerjakan bernilai ibadah dan korban segera ditemukan. Dengan ditutupnya operasi SAR, maka unsur yang terlibat kembali ke satuannya masing-masing,” pungkasnya.











