Tragis, Remaja 13 Tahun di Kutai Kartanegara Tewas Diterkam Buaya Saat Ambil Bola

GelanggangNews – KUTAI KARTANEGARA – Insiden memilukan menimpa seorang remaja bernama Muhammad Abidzhar (13) di tepian Sungai Mahakam, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana. Niat hati ingin menyelamatkan bola plastik yang hanyut, nyawa korban justru melayang akibat serangan predator air pada Senin (30/3/2026).

Kronologi Kejadian: Berawal dari Permainan Sore

Peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WITA saat Abidzhar tengah asyik bermain bola bersama rekan-rekan sebayanya di pinggir sungai. Di tengah permainan, bola plastik yang mereka gunakan terjatuh dan terbawa arus hingga sejauh 15 meter dari bibir sungai.

Kepala Pos Anggana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara, Meiry Sulindra, menjelaskan bahwa korban secara spontan turun ke air untuk mengambil bola tersebut. Namun, suasana ceria seketika berubah menjadi mencekam ketika rekan-rekan korban mendengar teriakan minta tolong yang memilukan.

“Saksi mata di lokasi sempat melihat korban muncul ke permukaan sesaat setelah diterkam, sebelum akhirnya diseret masuk ke dalam air oleh buaya dan menghilang,” ujar Meiry saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).

Proses Pencarian di Bawah Ancaman Predator

Upaya pencarian langsung dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan yang melibatkan Pos SAR Samarinda, BPBD, Satpolair, relawan, hingga warga setempat. Namun, tim penyelamat menghadapi tantangan besar di lapangan. Selain kondisi sungai yang sedang pasang dan berarus deras, keberadaan buaya di lokasi tersebut sangat berisiko.

Petugas bahkan sempat memantau beberapa ekor buaya yang muncul ke permukaan selama proses penyisiran, termasuk satu ekor buaya yang diperkirakan memiliki panjang hampir tiga meter.

Korban Ditemukan Radius 1,5 Kilometer

Setelah pencarian yang melelahkan selama berjam-jam, titik terang muncul sekitar pukul 20.00 WITA. Seorang nelayan menemukan jasad Abidzhar dalam posisi mengapung di perairan, sekitar 1,57 kilometer ke arah hilir dari titik awal kejadian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, ditemukan sejumlah luka bekas serangan pada tubuh korban, di antaranya:

  • Luka pada bagian rahang sebelah kiri.

  • Luka pada bagian punggung.

  • Luka pada bagian belakang kepala.

“Saat ditemukan, korban dalam kondisi mengapung dan tidak lagi berada dalam cengkeraman hewan tersebut,” tambah Meiry. Jenazah Abidzhar segera dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan oleh pihak keluarga pada Senin malam.


Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi warga yang beraktivitas di sekitar aliran Sungai Mahakam, terutama di area-area yang dikenal sebagai habitat alami predator buas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *