Tragedi di Sukabumi: Remaja 12 Tahun Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Dipaksa Minum Air Panas

GelanggangNews – SUKABUMI – Sebuah kisah memilukan datang dari Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. NS, seorang remaja laki-laki berusia 12 tahun yang sehari-harinya menimba ilmu di pesantren, mengembuskan napas terakhir dengan kondisi tubuh penuh luka lebam dan luka bakar. Dugaan kuat mengarah pada aksi penganiayaan keji yang dilakukan oleh ibu tirinya sendiri.

Berikut adalah rangkuman fakta di balik kasus yang menggetarkan hati masyarakat tersebut:

1. Kepulangan Berujung Duka

Kejadian bermula saat NS pulang ke rumah untuk menikmati libur persiapan puasa bersama keluarga. Ayah korban, Anwar Satibi (38), sempat meninggalkan NS dalam kondisi sehat selama dua hari untuk bekerja di Kota Sukabumi. Namun, ia mendadak dipanggil pulang oleh istrinya dengan kabar bahwa sang anak jatuh sakit dan mengalami demam tinggi.

2. Kesaksian Terakhir Korban: Dipaksa Minum Air Panas

Setibanya di rumah, Anwar mendapati kulit anaknya melepuh di bagian punggung, kaki, dan tangan. Awalnya, sang istri berdalih luka tersebut muncul karena efek demam.

Kebenaran mulai terungkap saat seorang kerabat, Isep Dadang Sukmana, menanyai NS secara perlahan. Di sisa-sisa kekuatannya, NS mengaku bahwa ia telah dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya. Hal inilah yang diduga memicu luka bakar di area bibir dan hidung.

3. Hasil Autopsi: Luka Bakar dan Pembengkakan Organ

Kepala RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi, Kombes Carles Siagian, mengonfirmasi adanya luka bakar di sekujur tubuh korban, termasuk area wajah yang diduga akibat cairan panas.

  • Temuan Medis: Tim forensik menemukan adanya pembengkakan pada organ jantung dan paru-paru.

  • Penyebab Kematian: Meski luka bakar ditemukan, tim medis masih melakukan uji laboratorium lanjutan untuk memastikan apakah pembengkakan organ tersebut berkaitan dengan penganiayaan atau penyakit bawaan.

4. Jejak Kekerasan yang Berulang

Tragedi ini ternyata bukan kali pertama NS menjadi korban kekerasan. Setahun lalu, Anwar sempat melaporkan istrinya ke polisi atas kasus penganiayaan serupa.

“Dulu sempat dimediasi karena dia bersujud minta ampun dan berjanji akan bertaubat. Laporan itu sebenarnya belum saya cabut,” ungkap Anwar dengan penuh penyesalan.

5. Mencari Keadilan Melalui Jalur Hukum

Walau sempat ragu karena tidak tega melihat jenazah anaknya dibedah, Anwar akhirnya membulatkan tekad untuk melakukan autopsi. Ia menegaskan tidak ingin menuduh tanpa bukti sah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian agar penyebab pasti kematian putranya terungkap secara transparan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *