Tragedi di Pantai Sambolo: Seorang Wisatawan Asal Tangerang Tewas Terseret Arus

GelanggangNews – PANDEGLANG – Suasana liburan di Pantai Sambolo, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, berubah menjadi duka pada Selasa (17/2/2026). Seorang pemuda bernama Sunardi Surya (26) dilaporkan meninggal dunia setelah tergulung ombak saat sedang berenang di kawasan wisata tersebut.

Detik-Detik Insiden di Tengah Laut

Peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WIB, saat korban bersama tiga rekannya tengah menikmati air laut di pinggir pantai. Naas, kondisi arus yang tiba-tiba menguat membuat keempatnya kesulitan menjaga posisi.

Berdasarkan keterangan dari pihak Kepolisian, tiga rekan korban berhasil berjuang melawan arus dan berenang kembali ke tepian dengan selamat. Namun, Sunardi Surya justru terpisah dari rombongan dan terseret lebih jauh ke arah tengah laut hingga kehilangan kesadaran.

Evakuasi dan Pemeriksaan Medis

Melihat adanya wisatawan yang terseret arus, petugas penjaga pantai (lifeguard) yang sedang berjaga bersama masyarakat sekitar langsung melakukan aksi penyelamatan. Tim berhasil menjangkau posisi korban dan mengevakuasinya ke daratan.

Kasat Polair Polres Pandeglang, IPTU Turip, menjelaskan bahwa setelah berhasil dibawa ke darat, korban segera dilarikan ke Puskesmas Carita untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

“Setibanya di Puskesmas Carita, tim medis segera melakukan pemeriksaan. Namun sayangnya, korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” ungkap IPTU Turip saat memberikan keterangan pers.

Keluarga Ikhlaskan Kejadian

Korban yang diketahui berasal dari Kabupaten Tangerang tersebut kini telah dipulangkan ke rumah duka. Pihak keluarga menyatakan telah menerima insiden tragis ini sebagai musibah murni dan secara resmi menolak prosedur autopsi dalam terhadap jenazah.


⚠️ Imbauan Keselamatan Wisata Pantai

Menanggapi insiden ini, pihak berwenang dan pengelola wisata mengimbau seluruh pengunjung pantai di kawasan Pandeglang untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama. Berikut adalah panduan keselamatan yang harus diperhatikan:

  1. Perhatikan Warna Bendera: Selalu cek bendera peringatan yang dipasang petugas di bibir pantai. Jangan berenang jika bendera merah (larangan berenang) berkibar.

  2. Kenali Arus Pecah (Rip Currents): Tetap waspada terhadap area air yang terlihat tenang namun sebenarnya memiliki arus bawah yang sangat kuat menuju tengah laut.

  3. Gunakan Alat Pelampung: Bagi wisatawan yang tidak mahir berenang atau berencana membawa anak-anak, sangat disarankan menggunakan jaket pelampung (life jacket).

  4. Patuhi Jam Operasional: Hindari berenang saat hari mulai gelap atau saat petugas penjaga pantai sudah tidak bertugas.

  5. Jangan Berenang Sendirian: Pastikan selalu ada rekan yang mengawasi dari daratan atau berenang bersama dalam kelompok agar bantuan bisa segera datang jika terjadi keadaan darurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *