GelanggangNews – BANDUNG – Suasana malam di Kota Bandung yang seharusnya tenang di bulan Ramadan berubah mencekam. Sebuah insiden penganiayaan maut merenggut nyawa seorang siswa SMAN 5 Bandung pada Jumat (13/3) malam. Korban yang baru saja mengikuti acara buka puasa bersama (bukber) ditemukan tak bernyawa di kawasan Jalan Cihampelas setelah diduga terlibat perselisihan antar kelompok pelajar.
Kronologi Kejadian: Dari Kegembiraan Menuju Petaka
Peristiwa memilukan ini bermula ketika rombongan siswa SMAN 5 Bandung selesai mengadakan acara buka bersama. Sekitar pukul 23.00 WIB, puluhan sepeda motor bergerak konvoi dari arah Ciumbuleuit menuju pusat kota.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Adi (40), rombongan korban datang dalam jumlah yang cukup banyak. Korban diduga berada di posisi barisan belakang konvoi tersebut. Setibanya di titik kejadian di Jalan Cihampelas, situasi mendadak berubah menjadi ricuh.
“Mereka datang rombongan, berpuluh-puluh motor dari arah atas (Ciumbuleuit). Katanya sih ada anak-anak sekolah lain di sini, lalu tiba-tiba pecah konflik. Saya tidak tahu siapa yang memulai, tapi saat saya sampai, korban sudah tergeletak di bawah pohon besar,” ungkap Adi.
Viral di Media Sosial
Kabar duka ini dengan cepat menyebar setelah rekaman video amatir dari pengendara yang melintas di lokasi kejadian viral di Instagram. Dalam potongan video tersebut, tampak kerumunan pemuda berdiri di dekat sebuah sepeda motor yang terjatuh, tidak jauh dari tubuh korban yang sudah tidak berdaya di pinggir jalan.
Suara perekam video yang terdengar panik, “Meuni rarusuh bro, bro, bro,” seolah menggambarkan betapa mencekamnya situasi sesaat setelah bentrokan terjadi.
Penyelidikan Pihak Kepolisian
Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erikson, mengonfirmasi kebenaran peristiwa maut tersebut. Ia menjelaskan bahwa kasus ini telah ditarik ke tingkat yang lebih tinggi untuk penanganan yang lebih intensif.
“Kasus ini sudah kami limpahkan dan penanganannya kini ditangani langsung oleh Satreskrim Polrestabes Bandung,” kata Riki melalui pesan singkat pada Sabtu (14/3).
Mengenai motif dan pihak yang terlibat, Riki menyebutkan adanya dugaan kuat perselisihan antara dua sekolah ternama di Bandung. “Dugaan awal adalah perselisihan antara oknum siswa SMAN 5 dan SMAN 2 yang berujung pada aksi penganiayaan,” tambahnya.
Olah TKP dan Evakuasi
Tak lama setelah laporan masuk, Tim Prabu Lodaya Presisi Polrestabes Bandung tiba di lokasi untuk mengamankan area. Tim Inafis pun segera menyusul untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Selain korban jiwa, dilaporkan ada rekan korban yang juga terjatuh dari motor dan mengalami luka-luka. Namun, rekan tersebut berhasil selamat dan saat ini menjadi saksi kunci dalam penyelidikan. Setelah proses identifikasi di lokasi selesai, jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit untuk kepentingan autopsi.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Warga Bandung pun diimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas konvoi di malam hari yang berpotensi memicu gesekan antar kelompok.

