GelanggangNews – LOMBOK BARAT – Upaya pencarian intensif terhadap korban terseret arus di Air Terjun Tibu Ijo akhirnya membuahkan hasil. Setelah tiga hari melakukan penyisiran, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad Liza Pratiwi (25) dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026) sore.
Liza, yang merupakan warga Ampenan, Kota Mataram, ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal hilangnya korban di aliran sungai kawasan Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.
Evakuasi Dramatis Menggunakan Alat Berat
Proses pengangkatan jenazah tidak berjalan mudah. Medan yang ekstrem dan posisi jasad yang sulit dijangkau membuat evakuasi berlangsung hingga Rabu (8/4/2026) dini hari.
Koordinator Lapangan SAR Mataram, Ida Bagus Netra Adnyana, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan terjepit di antara dua bongkahan batu besar di dasar aliran sungai. Derasnya air bah yang menerjang pada Minggu lalu disinyalir menjadi penyebab korban terhimpit di posisi tersebut.
“Kondisi jasad terjepit batu besar, sehingga tim di lapangan harus mengerahkan satu unit ekskavator untuk memudahkan pengangkatan jenazah dari himpitan batu tersebut,” ungkap Ida Bagus pada Rabu pagi.
Berkat kerja sama solid antara petugas dan warga setempat, jasad berhasil dievakuasi pada pukul 00.15 WITA. Jenazah kemudian langsung dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB untuk proses penanganan lebih lanjut.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Wisata Akhir Pekan
Tragedi ini bermula pada Minggu, 5 April 2026. Liza bersama seorang rekannya tiba di objek wisata Air Terjun Tibu Ijo sekitar pukul 13.00 WITA. Saat sedang mencoba menyeberangi sungai, cuaca tiba-tiba memburuk.
Hujan deras yang mengguyur hulu menyebabkan air bah datang secara mendadak. Meski sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada batu, arus yang sangat kuat membuat pertahanan mereka runtuh.
Upaya Terakhir: Rekan korban sempat berusaha mengikat tangan Liza menggunakan jaket agar tidak terpisah.
Terpisah Arus: Naas, terjangan air semakin hebat sehingga ikatan tersebut terlepas. Rekan korban berhasil diselamatkan warga, namun Liza hanyut terbawa arus.
Imbauan Keselamatan dan Pencarian Berlanjut
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan air di wilayah Lombok Barat. Saat ini, Tim SAR Gabungan dilaporkan masih fokus melakukan operasi pencarian lainnya terhadap Heri Saputra (16). Heri dikabarkan hilang terseret air bah di Air Terjun Temburun Nanas pada Senin (6/4/2026) lalu.
Pihak berwenang mengimbau dengan sangat agar masyarakat dan wisatawan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama ketika cuaca mulai mendung.
“Kami meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca ekstrem. Jangan memaksakan diri beraktivitas di sungai jika tanda-tanda hujan di hulu mulai terlihat,” tutup pihak SAR.

