Tawuran Pecah Lagi di Manggarai, 2 Kelompok ‘Perang’ Petasan hingga Adu Sajam

Jakarta – Tawuran pecah lagi di Manggarai pada Jumat dini hari (15/8), melibatkan dua kelompok pemuda yang saling serang menggunakan petasan, batu, hingga senjata tajam. Peristiwa terjadi di sekitar kawasan rel kereta Manggarai, Jakarta Selatan, dan berlangsung selama hampir satu jam sebelum berhasil dibubarkan oleh aparat keamanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Gelanggang News, bentrokan dimulai sekitar pukul 02.00 WIB. Warga sekitar sempat dihebohkan oleh suara ledakan petasan yang bersahut-sahutan, disusul suara teriakan dan lemparan batu. Kondisi semakin memanas ketika sejumlah pemuda terlihat membawa senjata tajam seperti celurit dan pedang.

“Kami terbangun karena suara petasan dan lemparan batu. Lalu tiba-tiba ada suara seperti orang berkelahi. Ini bukan yang pertama, tawuran pecah lagi di Manggarai, hampir tiap malam begini,” kata Rudi, warga RW 05 Manggarai, kepada wartawan.

Dalam kejadian ini, dua orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat sabetan sajam dan telah dibawa ke rumah sakit terdekat. Polisi belum mengonfirmasi jumlah pasti korban maupun pelaku yang berhasil diamankan.

Kapolsek Tebet, Kompol Jamaluddin Mustofa, menyatakan bahwa pihaknya langsung mengerahkan tim patroli untuk membubarkan massa. “Kami mendapat laporan masyarakat sekitar pukul 02.10 WIB. Tim gabungan dari Polsek, Polres, dan TNI turun ke lokasi. Saat ini situasi sudah kondusif,” ujarnya.

Tawuran pecah lagi di Manggarai menjadi perhatian serius aparat mengingat insiden serupa telah terjadi beberapa kali dalam sebulan terakhir. Bentrokan diduga dipicu oleh saling ejek di media sosial, yang kemudian berlanjut ke pertemuan fisik antar kelompok pemuda.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa mereka sedang menyelidiki akar permasalahan dan memetakan kelompok-kelompok yang terlibat. Penertiban senjata tajam juga akan diperketat untuk mencegah jatuhnya korban jiwa di kemudian hari.

“Kami imbau para orang tua lebih aktif mengawasi anak-anaknya, terutama di malam hari. Tawuran ini bukan hanya meresahkan, tapi juga membahayakan nyawa,” tambah Kapolsek.

Fenomena dua kelompok ‘perang’ petasan hingga adu sajam ini bukan hanya berdampak pada keamanan warga, tapi juga mengganggu jadwal perjalanan kereta yang melintas di sekitar lokasi. PT KAI Commuter sempat menahan perjalanan salah satu rangkaian KRL selama 15 menit demi memastikan kondisi lintasan aman dari gangguan.

Warga Manggarai berharap aparat bertindak lebih tegas dan melakukan patroli rutin di titik-titik rawan. “Kalau dibiarkan, takutnya nanti ada korban jiwa,” ujar Endang, tokoh masyarakat setempat.

Untuk berita perkembangan seputar situasi keamanan Jakarta dan kawasan padat penduduk lainnya, kunjungi Gelanggang News di www.gelanggangnews.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *