Sebuah survei nasional terbaru menunjukkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menempati posisi teratas dalam daftar kinerja terbaik di Kabinet Prabowo-Gibran. Hasil ini mencerminkan tingkat kepuasan publik yang tinggi terhadap program pendidikan dasar hingga menengah yang dijalankan pemerintah dalam beberapa bulan pertama masa pemerintahan baru.
Survei tersebut dilakukan oleh IndoStrategi Research and Consulting pada awal Oktober 2025, dengan melibatkan 1.800 responden dari 38 provinsi di Indonesia. Metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling dengan margin of error sekitar ±2,5% dan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil survei menunjukkan bahwa Kemendikdasmen memperoleh tingkat kepuasan publik sebesar 84,3%, unggul dari kementerian lain di kabinet. Posisi kedua ditempati Kementerian Pertahanan (82,1%), disusul Kementerian Kesehatan (79,5%), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (77,8%), serta Kementerian Sosial (75,4%).
Menurut Direktur Eksekutif IndoStrategi, Arif Gunawan, tingginya apresiasi terhadap Kemendikdasmen tidak lepas dari sejumlah program prioritas yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat, seperti reformasi kurikulum Merdeka Belajar, peningkatan kesejahteraan guru, dan pemerataan fasilitas pendidikan digital di daerah tertinggal.
“Publik menilai program Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Menteri baru berjalan cepat, responsif, dan memiliki arah yang jelas. Upaya memperluas akses pendidikan berkualitas di luar Jawa juga menjadi faktor penting yang mendongkrak kepercayaan masyarakat,” ujar Arif dalam keterangan tertulisnya.
Selain itu, hasil survei juga mencatat bahwa mayoritas responden menilai komunikasi publik Kemendikdasmen semakin baik. Program-program kementerian kini disampaikan dengan cara yang mudah dipahami masyarakat, termasuk lewat media sosial dan kampanye literasi digital untuk siswa dan guru.
Salah satu faktor lain yang berkontribusi pada peningkatan kepercayaan publik adalah keberhasilan Kemendikdasmen meluncurkan Program Sekolah Adaptif 2025, yang memungkinkan sekolah-sekolah di wilayah rawan bencana dan daerah perbatasan mendapatkan bantuan kurikulum fleksibel serta dukungan perangkat belajar daring.
Menariknya, survei juga menemukan bahwa dukungan terhadap sektor pendidikan datang dari lintas kelompok usia. Generasi muda (17–30 tahun) menjadi kelompok paling antusias terhadap kebijakan pendidikan baru, terutama dalam hal penguatan keterampilan digital, bahasa asing, dan kewirausahaan di sekolah menengah.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut terus memantau kinerja kementerian melalui sistem evaluasi digital yang terintegrasi di bawah Kantor Staf Presiden (KSP). Dalam beberapa kesempatan, Prabowo menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan pondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia Emas 2045.
“Pendidikan harus menjadi investasi jangka panjang bangsa ini. Kinerja yang baik di bidang pendidikan bukan sekadar angka survei, tapi cerminan masa depan generasi penerus kita,” ujar Prabowo dalam pernyataan resminya di Istana Negara.
Survei IndoStrategi juga menyebutkan bahwa 70% responden optimistis kebijakan pendidikan pemerintahan Prabowo-Gibran akan membawa dampak positif dalam lima tahun ke depan, terutama jika sinergi antar kementerian terus diperkuat.
Dengan pencapaian ini, Kemendikdasmen menjadi simbol awal keberhasilan Kabinet Prabowo-Gibran dalam menegakkan visi “Pemerataan Pendidikan, Pembangunan Manusia, dan Inovasi Nasional” yang menjadi fondasi utama arah pembangunan Indonesia.
Info berita lengkap lainnya di www.gelanggangnews.com












