YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, turun langsung menemui massa aksi unjuk rasa di kawasan Malioboro, Jumat (29/8), dalam sebuah langkah yang mengejutkan namun diapresiasi banyak pihak. Dalam pertemuan tersebut, Sultan HB X temui pendemo, ajak berdemokrasi tanpa kekerasan sebagai bentuk komitmen pada nilai-nilai demokrasi yang beradab.
Ratusan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam aliansi masyarakat sipil menggelar aksi damai menolak sejumlah kebijakan nasional yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Ketegangan sempat meningkat ketika aparat kepolisian membentuk barikade, namun situasi mulai mencair saat Sultan HB X hadir dan berdialog langsung dengan para peserta aksi.
Dalam pernyataannya, Sultan HB X temui pendemo, ajak berdemokrasi tanpa kekerasan, sambil mengingatkan bahwa Yogyakarta memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan keadilan secara damai. Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional, namun harus dijalankan dengan menghindari tindakan anarkis yang justru bisa merusak substansi perjuangan.
“Saya mendukung kalian menyampaikan suara. Tapi ingat, jangan sampai perjuangan ini ternoda oleh kekerasan. Mari kita jaga Yogyakarta sebagai tempat demokrasi yang bermartabat,” ucap Sultan di hadapan massa, yang disambut tepuk tangan dan yel-yel damai dari demonstran.
Tindakan Sultan HB X temui pendemo, ajak berdemokrasi tanpa kekerasan ini menjadi sorotan nasional karena menunjukkan pendekatan humanis seorang kepala daerah dalam merespons dinamika sosial-politik. Langkah ini dianggap sebagai teladan dalam menjaga stabilitas wilayah tanpa mengesampingkan hak warga untuk bersuara.

Beberapa perwakilan mahasiswa menyampaikan apresiasi atas keberanian dan keterbukaan Sultan dalam mendengarkan langsung keluhan masyarakat. Mereka juga menyatakan komitmen untuk menjaga ketertiban selama aksi berlangsung, sebagaimana seruan Sultan untuk menolak kekerasan dalam berdemokrasi.
Selain memberikan himbauan, Sultan HB X juga menugaskan jajarannya untuk menampung masukan tertulis dari peserta aksi guna diteruskan ke instansi terkait di tingkat nasional. Ini menunjukkan bahwa inisiatif Sultan HB X temui pendemo, ajak berdemokrasi tanpa kekerasan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga mengandung langkah nyata untuk menjembatani dialog antara rakyat dan pemerintah pusat.
Situasi di lokasi aksi tetap kondusif hingga menjelang sore, dan massa membubarkan diri secara tertib usai berorasi dan menyerahkan pernyataan sikap. Aparat keamanan juga terlihat bersikap kooperatif dan tidak melakukan pembubaran paksa selama aksi berlangsung.
Dengan pendekatan yang penuh empati ini, Sultan HB X temui pendemo, ajak berdemokrasi tanpa kekerasan menjadi bukti bahwa komunikasi terbuka antara pemimpin dan rakyat masih relevan dan sangat dibutuhkan di tengah suhu politik yang memanas.
Untuk berita dan informasi terkini lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com









