Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Sadis Waria Tewas Ditikam 2 Pelajar SMP, Ada 78 Luka Tusuk-Sayatan

ByAdmin Gelanggang

Sep 3, 2025

Pesawaran, Lampung – Peristiwa keji terjadi di Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Seorang waria berinisial D (41) ditemukan tewas mengenaskan di dalam salon miliknya pada Minggu (1/9/2025). Korban tewas dengan kondisi sangat tragis—ditemukan 78 luka tusuk dan sayatan di tubuhnya. Mirisnya, pelaku pembunuhan diduga dilakukan oleh dua pelajar SMP yang masih di bawah umur.

Kasus “sadis waria tewas ditikam 2 pelajar SMP, ada 78 luka tusuk-sayatan” ini sontak mengejutkan warga setempat dan menjadi perhatian publik luas. Polisi mengamankan dua remaja berinisial DA (15) dan RO (14) yang telah mengakui perbuatannya. Keduanya kini ditahan di Mapolres Pesawaran untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Pesawaran, AKBP Maya H. Barmawi, menjelaskan bahwa motif awal pembunuhan diduga kuat adalah perampokan. “Kedua pelaku berniat mengambil uang korban. Namun, aksi mereka berubah menjadi kekerasan brutal yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujarnya saat konferensi pers pada Senin (2/9/2025).

Dari hasil visum, korban mengalami luka tusuk dan sayatan di berbagai bagian tubuh, termasuk dada, perut, leher, dan lengan. Jumlah total luka mencapai 78, yang menunjukkan tingkat kekerasan luar biasa. Fakta ini membuat kasus sadis waria tewas ditikam 2 pelajar SMP, ada 78 luka tusuk-sayatan menjadi salah satu tindak kriminal paling brutal yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Warga sekitar mengaku mengenal korban sebagai sosok yang ramah dan sering membantu tetangga. “Kami sangat terkejut, karena korban tidak pernah bermasalah dengan siapa pun,” kata Yani (36), salah satu warga setempat. Ia juga mengatakan bahwa kedua pelaku kerap terlihat mondar-mandir di sekitar salon milik korban beberapa hari sebelum kejadian.

Pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk pisau dapur yang digunakan pelaku, serta pakaian yang berlumuran darah. Berdasarkan keterangan awal, kedua pelajar tersebut merencanakan aksi mereka setelah melihat korban sering sendirian di salon.

Tragedi sadis waria tewas ditikam 2 pelajar SMP, ada 78 luka tusuk-sayatan ini menambah daftar panjang kasus kekerasan yang melibatkan pelaku usia remaja. Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menyayangkan kejadian tersebut dan menekankan perlunya edukasi serta pengawasan yang lebih ketat terhadap anak di bawah umur.

Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya motif lain, termasuk kekerasan seksual atau dendam pribadi. Namun, hasil pemeriksaan sementara lebih mengarah pada niat merampok yang berujung pembunuhan.

Kasus ini tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi peringatan bagi masyarakat dan orang tua tentang pentingnya pengawasan terhadap perilaku anak-anak dan remaja. Proses hukum terhadap kedua pelaku akan dilakukan sesuai prosedur hukum anak yang berlaku di Indonesia.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini bisa Anda ikuti di situs resmi www.gelanggangnews.com.