Jakarta, 29 Agustus 2025 — Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023, Ridwan Kamil atau yang akrab disapa RK, akhirnya angkat bicara terkait polemik hasil tes DNA yang diklaim tidak identik dengan seorang anak yang disebut-sebut sebagai anak biologisnya. Dalam pernyataannya, RK soal hasil tes DNA tak identik menegaskan bahwa kabar tersebut adalah fitnah besar yang berhasil ia tepis melalui bukti ilmiah.
“Ini adalah ujian bagi keluarga kami. Tapi saya percaya, dalam menghadapi fitnah, sains dan logika adalah senjata terbaik,” ujar RK dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8). Ia menjelaskan bahwa hasil tes DNA dilakukan di laboratorium independen yang kredibel, dengan metode forensik terkini, dan hasilnya menyatakan ketidakcocokan genetik antara dirinya dan anak yang diklaim tersebut.
Isu ini mencuat sejak pekan lalu, saat sebuah akun media sosial mengunggah dokumen yang disebut sebagai hasil tes DNA dengan narasi yang menyudutkan. Sontak, publik pun memperbincangkan kebenaran dokumen tersebut, hingga nama Ridwan Kamil kembali ramai di jagat maya.
Dalam pernyataannya, RK soal hasil tes DNA tak identik menyebut bahwa penyebaran informasi palsu tersebut adalah bentuk pembunuhan karakter. “Fitnah besar ditepis lewat ilmiah. Saya bersyukur masih bisa menggunakan akal sehat dan bukti sains untuk menunjukkan kebenaran,” ungkapnya.
Ridwan Kamil juga mengaku telah melaporkan penyebar dokumen palsu itu ke pihak berwajib. Ia berharap proses hukum bisa berjalan transparan dan adil. Menurutnya, klarifikasi ini penting bukan hanya untuk membersihkan nama baik pribadi, tapi juga untuk menjaga integritas publik terhadap pemimpin.

Pakar forensik dari Universitas Indonesia, Prof. dr. Lestari Wibowo, yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut, membenarkan bahwa hasil tes DNA yang dikeluarkan berasal dari lembaga resmi dengan akurasi lebih dari 99%. “Tidak ada kecocokan biologis. Secara ilmiah, hubungan ayah-anak tidak bisa dipaksakan jika DNA tidak menunjukkan kecocokan,” jelasnya.
Isu mengenai RK soal hasil tes DNA tak identik juga telah memicu beragam reaksi publik. Sebagian mendukung langkah transparansi RK, sementara sebagian lain menyerukan perlunya kehati-hatian dalam menyikapi informasi di media sosial.
Meskipun tengah diterpa isu pribadi, Ridwan Kamil menyatakan bahwa ia tetap akan menjalankan aktivitas publik dan sosialnya seperti biasa. “Saya percaya waktu dan kebenaran akan berpihak. Tidak semua suara di media sosial mencerminkan kenyataan,” katanya.
Sebagai penutup, RK mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga mengajak semua pihak agar mengedepankan cara-cara ilmiah dalam menyelesaikan persoalan.
Untuk perkembangan selanjutnya terkait RK soal hasil tes DNA tak identik, serta berita politik dan hukum terkini lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com









