Pada 3 Januari 2025, Presiden Prabowo Subianto membuat langkah strategis dengan menunjuk Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, untuk memimpin Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2025, yang sudah ditandatangani oleh Presiden Prabowo.
Keppres tersebut memuat penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satgas, dengan didampingi oleh enam Wakil Ketua yang terdiri dari berbagai tokoh penting. Mereka antara lain Menteri Investasi dan Hilirisasi Roslan Roeslani, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Selain itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut bergabung sebagai Wakil Ketua. Ahmad Erani Yustika dipercayakan sebagai Sekretaris.
Adapun tujuan dibentuknya Satgas ini adalah untuk mempercepat hilirisasi berbagai sektor vital seperti mineral, batubara, minyak dan gas bumi, serta sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan, guna meningkatkan nilai tambah produk-produk dalam negeri. Selain itu, Satgas juga bertugas untuk mempercepat pencapaian ketahanan energi nasional dengan memastikan kecukupan energi dari sumber-sumber energi fosil dan energi terbarukan.

Keppres ini juga mencakup penetapan delapan tugas utama bagi Satgas. Tugas-tugas tersebut meliputi koordinasi antar kementerian dan lembaga untuk merumuskan kebijakan, penetapan standar prioritas untuk usaha-usaha yang berpotensi mendongkrak penerimaan negara, serta pemetaan wilayah yang memiliki potensi untuk pengembangan hilirisasi dan ketahanan energi. Satgas juga diharapkan dapat mengidentifikasi proyek-proyek strategis dan mengatasi hambatan yang menghalangi percepatan kedua agenda tersebut.
Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 23 Oktober 2024, Presiden Prabowo mengungkapkan pentingnya percepatan hilirisasi untuk pengolahan komoditas-komoditas penting yang mendukung perekonomian Indonesia. Beliau menekankan agar 26 komoditas utama yang telah ditentukan dapat segera disiapkan dan didorong untuk hilirisasi, dengan dukungan dana yang memadai.
Dengan adanya pembentukan Satgas ini, diharapkan Indonesia dapat memaksimalkan potensi hilirisasi dan mencapai ketahanan energi yang lebih baik, demi kemajuan ekonomi yang berkelanjutan.
Sumber: www.gelanggangnews.com






