Inflasi Indonesia April 2026 Turun Menjadi 2,42 Persen, Terendah Sejak Agustus 2025

GelanggangNews – Jakarta – Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan Indonesia pada April 2026 turun menjadi 2,42 persen, menandai level terendah sejak Agustus 2025 dan kembali nyaman dalam kisaran target Bank Indonesia.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengumumkan inflasi year-on-year April 2026 sebesar 2,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 111,09, turun dari 3,48 persen pada Maret 2026. Secara bulanan, inflasi tercatat 0,13 persen, sedangkan inflasi year-to-date sebesar 1,06 persen. Perlambatan inflasi ini terutama dipengaruhi oleh hilangnya dampak low base effect tarif listrik yang sebelumnya mendorong inflasi selama tiga bulan pertama tahun ini.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama dengan inflasi 3,06 persen dan andil 0,90 persen. Komoditas dominan meliputi ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, dan telur ayam ras. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi 11,43 persen dengan andil 0,77 persen, terutama didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan.

Berdasarkan komponen, inflasi inti pada April 2026 tercatat 2,44 persen dengan kontribusi 1,56 persen, didorong oleh emas perhiasan, minyak goreng, dan biaya pendidikan tinggi. Komponen harga bergejolak menunjukkan inflasi 3,37 persen dengan andil 0,56 persen, sementara komponen harga yang diatur pemerintah mencatat inflasi 1,53 persen dengan andil 0,30 persen, terutama dari tarif angkutan udara dan rokok.

Secara spasial, seluruh 38 provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan pada April 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 5,00 persen, sedangkan terendah di Lampung sebesar 0,53 persen. Kepala BPS menyatakan jika harga emas perhiasan tidak mengalami inflasi, maka inflasi tahunan April 2026 diperkirakan hanya sebesar 1,71 persen. Inflasi yang terkendali ini memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan moneter yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *