IHSG Terkoreksi ke Level 6.823 di Tengah Tekanan Jual Investor Asing

IHSG Terkoreksi ke Level 6.823 di Tengah Tekanan Jual Investor Asing

AUTONEWS – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami volatilitas tinggi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa (12/5/2026), meskipun sempat dibuka di zona hijau.

IHSG dibuka menguat 0,60 persen ke posisi 6.946,85 pada pukul 09.00 WIB, namun penguatan tersebut tidak bertahan lama. Berdasarkan pantauan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.22 WIB, indeks justru berbalik arah dengan mengalami penurunan sebesar 1,18 persen atau 81,79 poin, menyeret IHSG ke level 6.823,83. Tercatat 215 saham melemah, 287 saham menguat, dan 193 saham lainnya bergerak stagnan di tengah tekanan jual investor asing yang cukup masif.

Penurunan indeks kali ini didorong oleh koreksi tajam pada sejumlah sektor pemberat pasar. Sektor industri mencatatkan performa terburuk dengan penurunan hingga 1,78 persen. Meskipun demikian, beberapa sektor masih menunjukkan daya tahan di tengah gempuran aksi jual. Sektor transportasi tercatat melesat 2,86 persen dan sektor energi tumbuh tipis 0,48 persen, didorong oleh rilis data penjualan sepeda motor nasional yang melonjak 28,1 persen pada periode April 2026.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyampaikan fokus utama pasar hari ini adalah pengumuman hasil quarterly review dari MSCI. “Terdapat kekhawatiran terkait potensi keluarnya beberapa saham big cap seperti BREN dan DSSA pada pengumuman sebelumnya karena kebijakan High Shareholder Concentration (HSC),” ujar Nafan. MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil peninjauan indeks sekitar pukul 04.00 WIB pada Rabu dini hari, 13 Mei 2026, dengan seluruh perubahan komposisi indeks akan berlaku efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

Secara tahun berjalan atau year to date, IHSG telah mencatatkan penurunan signifikan sebesar 20,41 persen. Kondisi pasar hari ini juga dipengaruhi oleh sentimen domestik dan global yang cukup berat, terutama terkait fluktuasi nilai tukar rupiah yang masih tertahan di atas level Rp17.400 per dolar AS. Tim riset BRI Danareksa menyatakan bahwa secara teknikal, IHSG masih menguji area support penting di kisaran 6.850-6.960, dan selama level tersebut bertahan, peluang rebound masih terbuka. Namun jika ditembus, risiko pelemahan lanjutan akan meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *