Palembang – Setelah melakukan penyelidikan intensif selama beberapa pekan, polisi tangkap pembunuh jurnalis Bangka Belitung di Palembang pada Jumat (9/8). Pelaku berinisial AR berhasil diamankan tim gabungan dari Polda Sumatera Selatan dan Polda Kepulauan Bangka Belitung di sebuah rumah kos di kawasan Ilir Barat, Palembang.
Korban yang diketahui bernama Heru Santoso adalah seorang jurnalis senior di salah satu media lokal di Bangka Belitung. Ia ditemukan tewas di dalam mobilnya pada akhir Juli lalu dengan sejumlah luka yang mengindikasikan tindak kekerasan. Kasus ini sempat mengundang perhatian publik dan komunitas pers nasional karena dianggap sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers.
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Rudi Wibowo, dalam keterangan persnya mengatakan bahwa penangkapan pembunuh jurnalis Bangka Belitung di Palembang merupakan hasil kerja sama lintas wilayah dan berkat bantuan informasi dari masyarakat.
“Tersangka sempat melarikan diri ke Palembang setelah peristiwa pembunuhan. Kami berhasil melacak keberadaannya dan menangkapnya tanpa perlawanan,” ujar Irjen Rudi.
Motif Masih Didalami
Meski polisi telah menangkap pembunuh jurnalis Bangka Belitung di Palembang, pihak berwenang belum mengungkap secara detail motif di balik pembunuhan tersebut. Namun, dugaan awal menyebutkan adanya keterkaitan dengan laporan investigasi yang tengah digarap korban mengenai praktik tambang ilegal di wilayah Bangka.

Tim penyidik saat ini masih terus menggali informasi dari pelaku, serta mengumpulkan bukti tambahan untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat atau menjadi dalang dari aksi pembunuhan tersebut.
Respons Publik dan Komunitas Pers
Kabar bahwa polisi tangkap pembunuh jurnalis Bangka Belitung di Palembang mendapat sambutan positif dari komunitas jurnalis. Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bangka Belitung, Nita Paramita, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat aparat.
“Ini menjadi langkah penting untuk menunjukkan bahwa kekerasan terhadap jurnalis tidak bisa dibiarkan. Kami mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan transparan,” tegasnya.
AJI juga mendesak adanya perlindungan lebih kuat bagi jurnalis di lapangan, terutama mereka yang tengah menggarap liputan investigatif atau isu sensitif.
Dengan ditangkapnya pembunuh jurnalis Bangka Belitung di Palembang, diharapkan penyelidikan ini menjadi titik terang dalam membongkar jaringan kejahatan yang mungkin terlibat. Kepolisian juga diharapkan dapat mengusut tuntas hingga ke akar masalah agar tidak terulang kembali kasus serupa.
Untuk informasi terkini dan update investigasi, ikuti terus pemberitaan resmi di GELANGGANG NEWS melalui situs www.gelanggangnews.com.








