Jakarta, GELANGGANG NEWS – Publik digemparkan oleh insiden tragis yang melibatkan kendaraan taktis (rantis) milik Brimob yang melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) hingga meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi saat aksi demonstrasi berlangsung di Jakarta pada awal pekan ini. Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan pernyataan lengkap Kapolri atas insiden rantis Brimob lindas ojol hingga tewas dalam konferensi pers di Mabes Polri.
Kronologi Kejadian
Kapolri menjelaskan bahwa insiden bermula ketika rantis Brimob dikerahkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Dalam situasi yang cukup ricuh, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali hingga menabrak dan melindas seorang pengemudi ojek online bernama Afan Kurniawan yang kebetulan melintas di sekitar lokasi. Korban sempat mendapat pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Dalam pernyataan lengkap Kapolri atas insiden rantis Brimob lindas ojol hingga tewas, Jenderal Listyo menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga korban. “Kami turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Saat ini, tim internal sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab utama insiden tersebut,” ujarnya.
Investigasi dan Penegakan Hukum
Kapolri menegaskan bahwa Polri akan bersikap transparan dalam menangani kasus ini. Tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri telah diterjunkan untuk memeriksa sopir rantis serta seluruh personel yang bertugas di lokasi kejadian.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan ada sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran prosedur. “Kami ingin memastikan bahwa peristiwa seperti ini tidak boleh terulang. Jika ada kelalaian, maka akan ada pertanggungjawaban hukum yang jelas,” tegas Kapolri dalam pernyataan lengkap Kapolri atas insiden rantis Brimob lindas ojol hingga tewas.
Reaksi Publik dan LSM
Kematian Afan Kurniawan memicu gelombang protes dari masyarakat, terutama komunitas ojek online. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menuntut Polri untuk membuka proses investigasi secara transparan serta memastikan keadilan bagi keluarga korban.
Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga mendesak agar aparat lebih berhati-hati dalam menggunakan kendaraan taktis di tengah kerumunan massa. Mereka menilai bahwa keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi pengamanan.
Langkah Polri ke Depan
Dalam keterangannya, Kapolri menekankan bahwa tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh jajaran kepolisian. Selain memperkuat standar operasional prosedur, Polri juga berencana mengintensifkan pelatihan bagi pengemudi kendaraan taktis agar mampu mengendalikan situasi darurat tanpa membahayakan warga sipil.
Kapolri menambahkan, komunikasi dengan pihak keluarga korban juga terus dijalin. “Kami telah mengutus perwakilan untuk mendampingi keluarga korban, baik dari sisi hukum maupun dukungan moral,” jelasnya.
Insiden ini menjadi sorotan besar di tengah masyarakat karena menyangkut keselamatan warga sipil dalam operasi aparat negara. Pernyataan lengkap Kapolri atas insiden rantis Brimob lindas ojol hingga tewas menegaskan bahwa Polri berkomitmen untuk menegakkan akuntabilitas dan keadilan.
Meski proses investigasi masih berlangsung, publik berharap agar kasus ini dapat ditangani secara transparan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tidak semakin terkikis.
Untuk berita terbaru dan perkembangan lebih lanjut seputar peristiwa ini, kunjungi www.gelanggangnews.com.









