Pemerintah Kota Denpasar merencanakan pembangunan 20 unit rumah layak huni pada tahun 2025, dengan anggaran sebesar Rp 90 juta per unit. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, menjelaskan bahwa pembangunan rumah tersebut akan tetap mengedepankan unsur budaya lokal. Hal ini tercermin dalam penggunaan ornamen Bali seperti “ikuh celedu” (ekor kalajengking) dan “bentala” pada struktur atap rumah.
Bantuan rumah layak huni yang diberikan pada 2025 akan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pada 2024 Pemkot Denpasar memberikan bantuan untuk 35 rumah menggunakan dana APBD Induk, APBD Perubahan, serta tiga unit lainnya yang didanai melalui corporate social responsibility (CSR).
Cipta menjelaskan bahwa bantuan rumah layak huni ini merupakan perhatian serius dari Pemkot Denpasar. Proses seleksi penerima bantuan dilakukan dengan cermat, mengacu pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), yang kemudian diverifikasi lebih lanjut oleh tim terkait. Ini memastikan bahwa rumah yang diperbaiki menjadi tempat tinggal yang sehat dan layak huni bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Cipta berharap program bantuan rumah layak huni ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan untuk masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkot Denpasar akan terus berupaya meningkatkan kualitas perumahan di kota tersebut.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menegaskan komitmennya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat yang kurang mampu. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mengatasi kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.
Selain memberikan bantuan berupa pembangunan rumah, Pemkot Denpasar juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melengkapi rumah-rumah tersebut dengan perabot rumah tangga seperti kasur, sprei, kompor gas, LPG 3 kg, dan lemari. Jaya Negara menyatakan bahwa bantuan rumah layak huni dan perlengkapan rumah tangga akan terus ditingkatkan secara bertahap, untuk memberikan solusi lebih baik bagi masyarakat Denpasar.
Sumber: www.gelanggangnews.com








