Anggotanya Bekingi Gangster Rusia, Kepala Imigrasi Bali: Sanksinya Sangat Berat

Denpasar, Bali — Kasus mengejutkan mengemuka di lingkungan Imigrasi Bali setelah terungkap adanya oknum petugas yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal berupa perlindungan terhadap jaringan gangster Rusia. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Romi Yudianto, secara tegas menyatakan bahwa anggotanya bekingi gangster Rusia akan dikenakan sanksi yang sangat berat.

Dalam konferensi pers pada Kamis (31/7), Romi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi bukti keterlibatan oknum petugas dalam memberikan kemudahan administratif bagi beberapa warga negara asing asal Rusia yang diduga menjadi bagian dari jaringan kriminal terorganisir.

“Sudah jelas bahwa anggotanya bekingi gangster Rusia, dan kami tidak akan mentolerir tindakan semacam itu. Sanksinya akan sangat berat, baik secara administratif maupun pidana,” tegas Romi. Ia menyebut bahwa integritas lembaga menjadi taruhan dalam kasus ini.

Investigasi Internal dan Kolaborasi Antar-Lembaga

Dugaan keterlibatan petugas imigrasi ini mencuat setelah aparat kepolisian Bali menangkap dua warga negara Rusia yang diketahui terlibat dalam tindak kejahatan lintas negara, termasuk pencucian uang dan pemalsuan identitas. Dalam proses penyidikan, ditemukan bahwa dokumen dan visa yang mereka gunakan diduga difasilitasi oleh oknum internal imigrasi.

Kantor Imigrasi Bali telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki keterlibatan lebih lanjut. Romi menambahkan bahwa pihaknya juga bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Bali, PPATK, dan Kejaksaan dalam mengusut keterlibatan jaringan tersebut. “Kami akan bongkar semua. Tidak ada tempat bagi pelanggar hukum di institusi kami,” ujarnya.

Dalam pernyataan lanjutan, ia kembali menekankan bahwa jika terbukti anggotanya bekingi gangster Rusia, maka sanksinya sangat berat, termasuk pencopotan jabatan dan pelaporan pidana ke aparat penegak hukum.

Respons Publik dan Langkah Pencegahan

Kasus ini menyulut perhatian publik, terutama masyarakat Bali yang selama ini menjadi tuan rumah bagi banyak wisatawan mancanegara. Keberadaan jaringan gangster Rusia menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya kejahatan terorganisir di pulau dewata.

Beberapa tokoh masyarakat Bali meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing, khususnya yang menetap dalam jangka panjang. Mereka juga mendesak reformasi internal di lembaga imigrasi.

Sebagai respons, Romi menyatakan akan memperketat sistem pengawasan internal dengan teknologi digital dan audit berkala. “Kita akan dorong digitalisasi agar semua proses tercatat dan transparan. Ini bagian dari upaya mencegah adanya oknum yang menyalahgunakan wewenang,” katanya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh aparatur negara agar menjaga integritas dan tidak terlibat dalam praktik ilegal. Fakta bahwa anggotanya bekingi gangster Rusia menandakan adanya celah serius dalam sistem pengawasan.

Kepala Imigrasi Bali menegaskan kembali bahwa sanksinya sangat berat bagi siapapun yang terbukti melindungi pelaku kejahatan lintas negara. “Kami pastikan, tidak akan ada kompromi,” pungkasnya.

Untuk berita terbaru lainnya, kunjungi portal resmi kami:
🌐 www.gelanggangnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *