Lawan Tekanan AS, Rusia Tegaskan Terus Pasok Minyak ke Kuba di Tengah Krisis

GelanggangNews – Pemerintah Rusia menegaskan terus memasok minyak ke Kuba. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat (AS) terhadap negara-negara yang menjual bahan bakar ke Havana. Duta Besar Rusia untuk Kuba, Viktor Coronelli, menyatakan bahwa hubungan kerja sama energi antara kedua negara akan tetap terjaga meskipun Washington melabeli Havana sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS.

“Kami berasumsi bahwa praktik ini akan berlanjut,” ujar Coronelli kepada kantor berita RIA, Kamis (5/2/2026), merujuk pada pengiriman minyak Rusia ke Kuba.

Pernyataan Rusia ini muncul sebagai respons terhadap pergeseran kebijakan agresif dari Gedung Putih. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menetapkan status darurat nasional terkait Kuba, sebagaimana dilansir TRT World. Trump menyebut pemerintah Kuba sebagai ancaman yang luar biasa dan tidak biasa. Selain itu, Washington mengancam akan memberlakukan tarif bagi negara mana pun yang nekat memasok minyak ke Havana. Langkah tersebut bertujuan untuk mengisolasi kepemimpinan Kuba dan memutus akses mereka terhadap sumber energi.

Kebijakan AS tersebut mulai mengganggu rute pasokan minyak tradisional. Venezuela, yang secara historis merupakan pemasok terbesar bagi Kuba, dilaporkan telah menghentikan pengiriman akibat tekanan dari “Negeri Paman Sam”. Meski tekanan diplomatik dari Washington terus meningkat, Moskwa tetap memprioritaskan hubungan strategisnya dengan Havana.

Kedua negara telah lama menjalin kerja sama energi; Rusia sebelumnya telah sepakat untuk memasok minyak dan produk minyak bumi dalam volume besar melalui perjanjian bilateral. Kendati komitmen Rusia memberikan bantuan sementara bagi Kuba, para analis menilai ketahanan energi negara tersebut masih sangat rentan. Hal ini mengingat semakin besarnya tekanan geopolitik dan kecenderungan pemasok lainnya untuk mengurangi pengiriman demi menghindari sanksi AS.

Dampak Krisis Energi di Kuba

Penghentian pasokan dari Venezuela berdampak sistemik terhadap kehidupan warga Kuba. Saat ini, negara tersebut tengah menghadapi krisis energi. Salah satu dampak yang paling kentara adalah pemadaman listrik bergilir selama berjam-jam yang terjadi secara meluas, termasuk di ibu kota Havana. Di samping itu, harga pangan dan biaya transportasi melonjak tajam, sementara pasokan bahan bakar di dalam negeri semakin menipis.

Pemerintah Kuba mengutuk keras tindakan AS tersebut. Havana menilai bahwa ancaman tarif dan sanksi ekonomi merupakan upaya eksplisit untuk melumpuhkan kedaulatan negara. Pejabat Kuba menyebut langkah-langkah AS sebagai upaya untuk “mencekik” ekonomi pulau tersebut. Ketidakpastian mengenai pasokan energi ini juga telah memicu keresahan publik dan aksi demonstrasi di berbagai wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *