GelanggangNews – WASHINGTON DC – Pemerintah Israel menegaskan tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah dalam pertemuan tingkat tinggi dengan pemerintah Lebanon, meskipun serangan Israel telah menewaskan ribuan orang. Israel dan Lebanon sedianya dijadwalkan menggelar pembicaraan di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (14/4/2026) pekan depan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, di kantor Kementerian Luar Negeri AS. Leiter mengonfirmasi bahwa Israel telah sepakat untuk memulai negosiasi perdamaian formal dengan pemerintah Lebanon, meskipun kedua belah pihak tidak memiliki hubungan diplomatik. Namun, ia memberikan batasan tegas terkait keterlibatan kelompok Hizbullah.
“Israel menolak untuk membahas gencatan senjata dengan Hizbullah yang terus menyerang Israel dan merupakan hambatan utama bagi perdamaian,” ujar Leiter dalam pernyataan resminya.
Fokus Pembicaraan di Washington
Tanpa adanya pembahasan gencatan senjata dengan Hizbullah, pembicaraan di Washington tersebut akan difokuskan pada tuntutan Israel terhadap pemerintah Lebanon. Israel mendesak Beirut untuk mengambil langkah nyata dalam mengendalikan Hizbullah. Selama bertahun-tahun, pemerintah Lebanon diketahui kesulitan meredam pengaruh kelompok tersebut, meski belakangan ini mereka mulai meningkatkan upaya penertiban.
Ketegangan di wilayah tersebut memuncak setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran dan invasi darat ke Lebanon menyusul serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Di sisi lain, Israel juga menekankan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran tidak mencakup situasi di Lebanon.
Dampak Konflik di Lebanon
Data dari otoritas Lebanon menunjukkan dampak mematikan dari permusuhan yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Hingga saat ini, otoritas Lebanon melaporkan bahwa konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 1.950 jiwa.
Serangan Israel bahkan menewaskan lebih dari 350 orang pada Rabu (8/4/2026) saja, yang bertepatan dengan hari pertama gencatan senjata antara AS dan Iran.













