Kalah Balap Lari, Anak Oknum Polisi di Depok Aniaya Bocah 9 Tahun yang Salah Sasaran

GelanggangNews – DEPOK – Seorang anak laki-laki berinisial F (9) menjadi korban salah sasaran pemukulan oleh anak oknum polisi berinisial R (11) di Gang Masjid, Curug, Cimanggis, Kota Depok, pada Rabu (25/2/2026) malam.

Widya, ibu dari F, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat R dan seorang anak lainnya berinisial T melakukan lomba balap lari. R yang kalah dalam kompetisi tersebut diduga tidak terima, lalu meminta bantuan rekannya untuk mencari T.

“Anak oknum ini tidak terima (kalah). Dia memanggil pemuda berusia 20 tahun untuk mencari anak (T) yang balapan dengan dia. Akhirnya, setelah dicari, orang yang ikut lomba lari itu tidak ketemu,” kata Widya saat ditemui di rumahnya, Jumat (27/2/2026).

Kronologi Penganiayaan Salah Sasaran

Setelah mengelilingi lingkungan RT 07 RW 03 Curug dan tidak menemukan T, R bersama pemuda tersebut justru bertemu dengan F yang baru saja keluar rumah. F tiba-tiba menjadi target pelampiasan emosi.

Berdasarkan rekaman CCTV, terdengar jeritan tangis korban saat dipukul di area dada. Seorang pemuda berusia 20 tahun kemudian menyeret korban, sementara R memukul punggung F menggunakan sandal jepit.

“Dia dipukul pakai tangan ke arah perut, lalu punggung, kemudian diseret. Sesuai rekaman CCTV begitu, tapi saya tidak tahu lagi sisanya,” ujar Widya. Widya baru mengetahui kejadian tersebut setelah seorang anak melaporkannya ke rumah. Saat tiba di lokasi, Widya melihat anaknya masih dikelilingi sekelompok anak yang menyaksikan penganiayaan itu.

Berakhir Damai melalui Restorative Justice

Widya menegaskan bahwa anaknya sama sekali tidak terlibat dalam lomba balap lari tersebut. Kasus ini kemudian dimediasi di Polsek Cimanggis dan diselesaikan secara damai melalui penandatanganan surat pernyataan.

“Sebenarnya mereka sudah minta maaf, tetapi saya sebagai orang tua membutuhkan ungkapan maaf yang tulus dari pihak sana,” tambahnya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan bahwa salah satu pelaku pemukulan adalah anak anggota kepolisian Polsek Cimanggis. Permasalahan ini disepakati untuk tidak dilanjutkan ke proses hukum karena kedua belah pihak memilih jalan kekeluargaan.

“Benar, salah satu pelaku adalah anak dari anggota kepolisian Polsek Cimanggis. Sudah dilakukan mediasi dan restorative justice. Kedua belah pihak menerima bahwa hal tersebut merupakan kenakalan anak-anak yang dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Made, Jumat (27/2/2026).

Kondisi Korban

Saat ini, Widya menyebut kondisi fisik anaknya sudah membaik, meski terdapat luka lecet di bagian kaki dan keluhan nyeri di dada. Namun, ia tetap mengkhawatirkan adanya trauma psikologis yang tidak terlihat.

“Anak mengeluh sakit di dadanya, tapi tidak ada luka luar, cuma lecet di kakinya. Sebagai orang tua, saya tetap khawatir, takut terjadi apa-apa di kemudian hari,” pungkas Widya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *