Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Harga Beras Naik di 200 Daerah, Ada yang Sentuh Rp60 Ribu per Kg

ByAdmin Gelanggang

Aug 26, 2025

Jakarta – Fenomena harga beras naik di 200 daerah, ada yang sentuh Rp60 ribu per kg menimbulkan kekhawatiran luas di tengah masyarakat. Lonjakan harga ini terjadi hampir merata di berbagai wilayah, baik di pasar tradisional maupun modern, sehingga memicu keresahan terutama di kalangan menengah ke bawah.

Data dari sejumlah dinas perdagangan daerah menunjukkan, rata-rata harga beras premium kini berkisar Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogram. Namun, di beberapa daerah terpencil di Indonesia Timur, harga beras naik di 200 daerah, ada yang sentuh Rp60 ribu per kg. Kondisi ini dinilai sebagai lonjakan tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan mengakui adanya kenaikan signifikan, yang dipicu oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah keterbatasan pasokan akibat turunnya produksi beras pada musim panen terakhir. Selain itu, distribusi yang terhambat di daerah terpencil membuat harga semakin melonjak. Dampaknya, masyarakat di daerah-daerah tertentu harus mengeluarkan biaya ekstra untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Fenomena harga beras naik di 200 daerah, ada yang sentuh Rp60 ribu per kg juga mendapat perhatian serius dari pelaku usaha. Pedagang mengaku kesulitan menjaga kestabilan harga karena suplai yang datang dari sentra produksi menurun drastis. Beberapa bahkan harus mengurangi volume penjualan agar tetap bisa melayani konsumen dengan harga terjangkau.

Para pengamat ekonomi menilai bahwa lonjakan harga ini tidak bisa dilepaskan dari masalah klasik: ketergantungan pada beras impor dan lemahnya cadangan pangan nasional. Menurut mereka, jika pemerintah tidak segera mengintervensi melalui operasi pasar dan penyaluran beras Bulog, maka gejolak harga bisa semakin parah. “Situasi ini harus segera diantisipasi agar tidak berkembang menjadi krisis pangan,” ujar salah satu ekonom pangan di Jakarta.

Keresahan juga meluas ke media sosial, di mana masyarakat membagikan foto dan video dari berbagai pasar yang menunjukkan tingginya harga beras. Narasi harga beras naik di 200 daerah, ada yang sentuh Rp60 ribu per kg menjadi topik viral, memicu berbagai komentar pedas terhadap kebijakan pangan pemerintah. Banyak warga mendesak agar pemerintah segera menurunkan harga beras melalui subsidi atau operasi pasar besar-besaran.

Sementara itu, pihak Bulog menyatakan telah menyiapkan langkah stabilisasi harga dengan menyalurkan stok cadangan beras pemerintah ke pasar. Meski demikian, upaya ini dinilai belum cukup cepat menjangkau semua daerah yang terdampak lonjakan harga ekstrem.

Hingga berita ini diturunkan, harga beras di beberapa daerah masih berfluktuasi. Di pasar-pasar utama Jakarta dan Surabaya, harga relatif terkendali meski tetap di atas rata-rata normal. Namun, di daerah pedalaman Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara, harga masih bertahan di level tinggi, bahkan mendekati Rp 60 ribu per kilogram.

Lonjakan harga beras ini menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk memperkuat sistem cadangan pangan nasional, memperbaiki distribusi, dan mengurangi ketergantungan pada impor. Masyarakat pun berharap agar langkah cepat segera diambil sehingga kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau oleh semua lapisan rakyat.

Untuk informasi lebih lanjut dan berita terkini, pembaca dapat mengunjungi www.gelanggangnews.com.