GelanggangNews – JAKARTA – Kebakaran melanda sebuah bengkel sekaligus gudang suku cadang motor di Jalan Cendrawasih Raya, Cengkareng Barat, Jakarta Barat, pada Jumat (3/4/2026) malam. Api diduga berasal dari percikan pada kabel udara di luar bangunan.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengungkapkan dugaan tersebut berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi sebelum api membesar.
“Nah, kalau penyebab itu kan kami cuma bisa mencari informasi dari saksi-saksi warga sekitar, ya. Menurut warga sekitar sih begitu (awalnya api dari kabel udara di luar),” ucap Syaiful saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/4/2026).
Meski demikian, Syaiful menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Ia menyebut penyelidikan lebih lanjut diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Kan saya juga tidak ada di lokasi. Pas damkar tiba, itu api sudah menyala di dalam juga. Nanti penyebab pastinya itu dari Inafis, masih diselidiki,” jelasnya.
Berdasarkan laporan yang diterima melalui Subcommand Center Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, kronologi kejadian bermula saat warga melihat percikan api dari kabel udara sekitar pukul 21.35 WIB. Beberapa menit kemudian, api membesar dan langsung menyambar ke dalam area gudang, sehingga pihak keamanan dan warga bergegas melapor ke pos pemadam terdekat.
Keterangan tersebut diperkuat oleh kesaksian Rakha (24), warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Ia mengaku sempat kaget karena aliran listrik di permukiman tiba-tiba padam sebelum kebakaran terjadi.
“Awalnya itu kejadian sekitar jam 10 kurang, mungkin sekitar 21.40 WIB, ya. Saya lagi di dalam rumah kaget, tiba-tiba kok listrik mati. Saya kira ada masalah apa, ternyata tidak lama banyak suara orang teriak kebakaran di luar,” ucap Rakha kepada Kompas.com.
Saat keluar rumah, api sudah dalam kondisi besar dan warga mulai berkerumun. “Saya langsung keluar, kondisinya api sudah langsung nyala gede dan sudah ramai orang. Kalau kata tetangga sih awalnya itu apinya dari luar, dari kabel listrik terus menyambar ke dalam, tidak tahu karena apa,” jelasnya.
Ia juga menyebut banyaknya bahan kimia dan oli yang terbakar menimbulkan bau menyengat serta asap hitam pekat. “Tapi memang itu karena bengkel, kayaknya olinya pada terbakar. Baunya menyengat banget di lokasi itu, terus asapnya hitam banget, menggumpal gitu melingkar asapnya,” ujarnya.
Syaiful menyebut pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 21.42 WIB. “Langsung pengerahan unit dan personel sebanyak 20 unit mobil pemadam dengan 100 personel untuk mengatasi kebakaran di area seluas kurang lebih 560 meter persegi,” ucap Syaiful.
Api berhasil dilokalisasi pada pukul 23.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan yang berlangsung cukup lama hingga dini hari. Menurut Syaiful, banyaknya material mudah terbakar membuat api cepat membesar dan meludeskan seluruh isi bangunan.
“Habis semua itu suku cadang di dalam tidak tersisa, hangus. Karena bangunan itu kan tiga lantai, nah bangunan lantai tiganya ambruk ke lantai dua temboknya,” ungkap Syaiful. Ia menambahkan, proses pemadaman sempat terkendala karena oli yang ikut terbakar serta reruntuhan bangunan yang menutupi bara api.
Hingga Sabtu (4/4/2026) pukul 08.30 WIB, petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian guna memastikan tidak ada lagi titik api yang tertimbun di bawah reruntuhan.

