GelanggangNews – Sedikitnya sembilan orang tewas dan sekitar 20 lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah bom meledak di sebuah kafe di pusat Kota Damaskus, Suriah, Kamis (2/7) waktu setempat. Ledakan terjadi di sebuah kafe yang berada di dekat Istana Kehakiman, kawasan yang dikenal ramai dikunjungi warga, termasuk hakim, pengacara, dan pegawai pemerintahan.
Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan ledakan berasal dari alat peledak rakitan seberat sekitar satu kilogram yang berisi serpihan logam. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bangunan kafe serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Aparat keamanan langsung menutup lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti.
Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, otoritas Suriah menduga aksi itu berkaitan dengan upaya kelompok ekstremis untuk mengganggu stabilitas keamanan di negara tersebut. Pemerintah masih menyelidiki motif pelaku dengan memeriksa rekaman kamera pengawas serta meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Serangan ini menjadi salah satu insiden paling mematikan di Damaskus dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Suriah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa terus menghadapi tantangan keamanan meski perang saudara yang berlangsung lebih dari satu dekade telah berakhir setelah tergulingnya rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024. Ancaman dari sel-sel kelompok bersenjata dan jaringan ekstremis masih menjadi perhatian utama aparat keamanan.
Tim medis dan petugas penyelamat segera mengevakuasi korban ke sejumlah rumah sakit di Damaskus. Otoritas setempat memastikan investigasi akan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku dan jaringan yang berada di balik serangan tersebut. Pemerintah juga meningkatkan pengamanan di sejumlah titik strategis guna mencegah terulangnya aksi serupa di ibu kota Suriah.
Ikuti perkembangan terbaru internasional hanya di Gelanggang News: https://gelanggangnews.com/











